Pemkab Bantul Desak BGN Tutup SPPG Patalan 2, Dua Kali Picu Keracunan MBG
Sebanyak 50 murid dan tiga guru SDN 1 Sumberagung diduga keracunan MBG. SPPG Patalan 2 diminta dievaluasi total.
Petugas DKPP Kabupaten Bantul saat mengecek salah satu lokasi peternakan sapi di Kasihan, Bantul menjelang perayaan Idul Adha belum lama ini./Harian Jogja-Yosef Leon Pinsker
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah warga lebih memilih berkurban dengan daging kambing atau domba lantaran harga sapi yang melonjak sangat signifikan menjelang Iduladha. Kenaikan harga hewan kurban karena stok terbatas.
Salah seorang pedagang hewan kurban di Bantul Agus Sriyono mengatakan kenaikan harga sapi diakibatkan oleh stok yang terbatas. Sebab peternak di Bantul lebih memilih memelihara sapi betina untuk dikembangbiakkan sebagai indukan.
"Hal ini membuat sapi jantan yang untuk kurban jadi terbatas, makanya harga naik," ujarnya Selasa (20/6/2023).
Agus menyebutkan, rata-rata harga satu ekor sapi sekarang dijual seharga Rp22 juta dari yang biasanya dijual Rp20 juta per ekor. Harga hewan kurban ini diprediksi masih akan naik lantaran sekarang masih H-10 Iduladha.
Harga sapi itu tentu sangat jauh dibandingkan dengan harga kambing atau domba yang dijual Rp2-6 juta per ekor. Oleh karenanya banyak sohibul kurban yang beralih ke hewan itu lantaran harganya yang cukup terjangkau.
Baca juga: Ajukan Eksepsi, Mafia Tanah Kas Desa Robinson Minta Dilepaskan dari Semua Dakwaan
"Banyak yang beralih ke sapi atau domba, tetapi kebanyakan sohibul kurban belinya di harga Rp2-3 juta," kata Agus.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Kabupaten Bantul Joko Waluyo tidak memungkiri adanya kenaikan harga hewan kurban, khususnya sapi. Menurut Joko, harga kambing hingga domba saat ini juga mengalami kenaikan.
"Harga sapi kurban mengalami kenaikan Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per ekornya. Sedangkan harga kambing mengalami kenaikan Rp500.000 per ekornya," katanya.
Musababnya, kata Joko, karena stok sapi khususnya sapi jantan dari peternak lokal terbatas. Hal itu membuat para pedagang hewan kurban harus mendatangkan dari luar daerah. "Karena itu, tahun ini kemungkin jumlah sapi untuk kurban berkurang tapi untuk kambing kemungkinan bertambah banyak. Apalagi, tren di pasaran saat ini para sohibul banyak yang berpindah dari sapi ke kambing karena harga yang lebih terjangkau," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 50 murid dan tiga guru SDN 1 Sumberagung diduga keracunan MBG. SPPG Patalan 2 diminta dievaluasi total.
Polda Jateng melacak 88 anak dengan kelainan kaki bawaan CTEV untuk memastikan mendapat penanganan medis sesuai kebutuhannya.
Mengenal PM10 dan PM2.5 dalam abu vulkanik serta dampaknya bagi kesehatan pernapasan dan cara mengurangi risiko paparannya.
New York melarang AI generatif bagi siswa kelas 2-K hingga kelas 8. Ini dampak penggunaan AI terhadap kognitif dan sosial anak.
Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat mengawasi penyaluran Pertalite dan biosolar di tengah gangguan distribusi BBM akibat sungai surut.
Arya Saloka mengungkap pengalaman menjadi cowboy dan belajar berkuda di film Empat Musim Pertiwi yang tayang 8 Oktober 2026.