DPRD Jogja Soroti Target Parkir Dishub, Minta Sistem Diubah
DPRD Jogja meminta target retribusi parkir Dishub disesuaikan kondisi riil 731 titik parkir agar potensi pendapatan lebih optimal.
Warga Kelurahan Pakuncen mengikuti pelatihan pembuatan suvenir dari minyak jelantah beberapa waktu lalu di Kelurahan Pakuncen./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah warga Kelurahan Pakuncen, Kemantren Wirobrajan mengikuti pelatihan pembuatan suvenir dari minyak jelantah.
Pelatihan tersebut diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan warga Kelurahan Pakuncen untuk mengolah minyak goreng bekas.
Lurah Kelurahan Pakuncen, Budhi Riyanto menyampaikan di wilayahnya hampir setiap rumah tangga memiliki limbah minyak goreng bekas dalam jumlah banyak yang dihasilkan dari proses memasak.
Menurut Budhi, sebagian besar masyarakat di wilayahnya selama ini kesulitan untuk mengolah limbah tersebut, karena itu pelatihan tersebut diselenggarakan.
“Minyak jelantah menjadi limbah yang memberikan dampak serius bagi lingkungan. Limbah ini berpotensi mencemari air dan tanah apabila tidak dikelola dengan benar,” katanya, Kamis (22/6/2023).
BACA JUGA: Untuk Pemulihan Ekonomi, 20 UMKM di Jogja Dapat Bantuan
Menurut Budhi, apabila dapat dikelola dengan benar, maka ada potensi untuk pengolahan minyak jelantah. Menurutnya selain dapat mengurangi limbah yang ada, minyak jelantah juga dapat mendatangkan manfaat ekonomis apabila dapat dikelola masyarakat dengan benar.
“Minyak jelantah memiliki potensi ekonomi yang besar apabila dikelola dengan benar. Minyak jelantah dapat diolah menjadi lilin yang dapat dipasarkan,” imbuhnya.
Menurut Budhi, warga Kelurahan Pakuncen sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Antusiasme warga terlihat dengan banyaknya warga yang mengikuti pelatihan tersebut. “Kemarin pada seneng, karena pembuatannya mudah dan bahannya mudah didapatkan,” katanya.
Dia pun berharap warga dapat mengolah limbah minyak jelantah secara mandiri nantinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja meminta target retribusi parkir Dishub disesuaikan kondisi riil 731 titik parkir agar potensi pendapatan lebih optimal.
Kekeringan DIY 2026 disebut mirip kondisi 2023. BPBD mencatat 5,047 juta liter air telah disalurkan ke empat kabupaten.
DPUPKP Kota Jogja memperbaiki trotoar secara bertahap dan memastikan guiding block dipasang di lokasi yang memungkinkan bagi pejalan kaki.
RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan paling lambat 15 Desember 2026. Simak progres dan tahapan pembahasannya di DPR.
BMKG memperingatkan DIY berpotensi mengalami kekeringan hingga akhir 2026 akibat El Nino sangat kuat dan curah hujan yang minim.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan masyarakat berdemo asal tertib dan tidak merusak. Ia juga mengingatkan soal pemberitahuan ke polisi.