Lanjutan Perbaikan Jalan Rusak di Kawasan Industri Semin Mulai Dikerjakan
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
Sejumlah warga Dusun Bulu, Desa Girimulyo, Kecamatan Girimulyo saat menerima bantuan air bersih, di wilayah setempat, Selasa (18/9/2018). /Harian Jogja-Dok
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul memprediksi dampak musim kemarau akan semakin meluas. Hingga sekarang bantuan air bersih baru menyasar di Kalurahan Jetis dan Planjan, Saptosari.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, dampak dari musim kemarau di tahun ini sudah mulai terlihat. Meski demikian, hingga sekarang belum banyak warga yang meminta bantuan air bersih.
“Baru Kalurahan Planjang dan Jetis di Kapanewon Saptosari yang meminta. Sedangkan, untuk daerah lain belum ada permohonan,” kata Purwono, Minggu (25/6/2023).
Meski belum banyak yang mengajukan permintaan, namun ia mengakui bahwa potensinya akan semakin meluas. Menurut Purwono, Gunungkidul memasuki musim kemarau pada Juli.
Diprediksi warga yang berada di wilayah pesisir seperti Girisubo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari, Paliyan, Panggang dan Purwosari akan mulai mengajukan bantuan air bersih. Memasuki Agustus, jumlah terdampak masih akan bertambah karena kapanewon seperti Gedangsari, Nglipar, Patuk dan Ponjong juga memerlukan bantuan.
Baca juga: Pernah Melanggar Izin Keimigrasian Arab Saudi, 5 Calon Haji Dipulangkan ke Indonesia
“Sudah kami siapkan dengan alokasi anggaran Rp230 juta untuk 1.000 tangki,” katanya.
Mantan Panewu Purwosari menambahkan, untuk penangan tidak hanya melalui BPBD Gunungkidul. Pasalnya, ada 11 kapanewon yang memiliki anggaran droping secara mandiri.
“Bantuan air bersih hanya bersifat sementara. Sebab, program jangka panjangnya akan mengoptimalkan sumber sungai bawah tanah guna memenuhi kebutuhan air bersih di masyarakat,” katanya.
Panewu Tepus, Alsito mengatakan, droping air di wilayahnya sudah dimulai pertengahan Juni ini. Pelaksanaan dilakukan karena sudah ada permintaan bantuan yang diajukan oleh masyarakat.
“Setiap kemarau, warga di lima kalurahan di Tepus banyak yang mengalami kesulitan air bersih. Jadi, kami salurkan bantuan,” kata Alsito.
Menurut dia, untuk droping air bersih mengalokasikan anggaran Rp76,5 juta dengan target penyaluran sebanyak 450 tangki. Meski demikian, Alsito mengakui tidak semua kalurahan ditangani oleh kapanewon, sebab untuk Sumberwugu dan Giripanggung dimintakan ke BPBD Gunungkidul. “Untuk Juni ini kami targetkan penyaluran sebanyak 60 tangki ke masyarakat. Hingga sekarang masih berjalan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.
Bek PSS Sleman Christophe Nduwarugira tak gentar menghadapi Dimitar Mitkov yang mencetak brace pada laga debutnya bersama Madura United.
DPRD DIY menyoroti relasi kuasa dalam dugaan kekerasan seksual di pesantren dan meminta mekanisme pengaduan korban diperkuat.
LPS menjamin dana nasabah 13 bank yang ditutup sepanjang 2026 dibayar dalam lima hari, sesuai ketentuan penjaminan.
Harga cabai rawit merah tercatat Rp90.050 per kg dan telur ayam Rp29.900 per kg berdasarkan data PIHPS Nasional, Sabtu 12 September 2026.
Kematian Serda AMF di Mess Psikologi Galaksi diselidiki Pomau. Empat prajurit ditahan, sementara TNI AU membantah korban tewas akibat penganiayaan.