Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Era energi terbarukan dimulai. PLTB Sidrap merupakan gebrakan energi terbarukan di Indonesia./Ist-dok KESDM
Harianjogja.com, JOGJA—Perda Energi Terbarukan DIY No 15/2018 menjadi beleid pertama di Indonesia yang mengatur pemanfaatan energi terbarukan. Sayangnya, sejak disahkan lima tahun lalu implementasinya masih minim.
Wakil Ketua DPRD DIY, Suharwanta menjelaskan Perda Energi Terbarukan DIY terhalang oleh tingginya nilai pembiayaan teknologi energi terbarukan. “Implementasinya masih minim karena harga penerapan teknologinya masih mahal,” jelasnya, Senin (26/6/2023).
Suharwanta menjelaskan latar belakang perda tersebut untuk mengakomodasi potensi energi terbarukan di DIY yang melimpah. “Energi terbarukan di DIY ini potensinya besar sekali, bahkan kami sudah turut memetakan potensi energi terbarukan tiap kabupaten/kota, kami ingin mewadahi potensi tersebut agar bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan bersama saat membuatnya,” katanya.
BACA JUGA: Sungai Serayu Opak Berpotensi untuk Pengembangan Energi Terbarukan
Ketua Pansus Raperda Energi Terbarukan itu menyebut berbagai jenis kekayaan alam DIY memiliki potensi energi nonfosil tersebut. “Ada banyak sekali dari angin, air, sampai sinar matahari itu bisa dikembangkan jadi energi terbarukan di DIY,” terangnya.
Selain tantangan biaya yang tinggi, Suharwanta menyebut kesadaran penerapan energi terbarukan oleh pemerintah daerah dan masyarakat jadi tantangan lainnya.
“Kesadaran akan pentingnya memanfaatkan energi terbarukan ini masih kurang, padahal kami sudah atur di perda itu kalau pasang roof top bisa dengan panel surya,” ujarnya.
Suharwanta menyebut kesadaran penerapan energi terbarukan dapat dimulai pemerintah daerah untuk memberikan teladan ke masyarakat. “Pemda DIY maupun kabupaten/kota bisa merancang bangunan dinasnya dengan energi terbarukan sebagai contoh baik pemanfaatan energi terbarukan, kalau sudah pasang nanti saya kira masyarakat akan mengikuti,” ucapnya.
Meskipun kesadaran masih minim, Suharwanta menilai mulai banyak inisiatif masyarakat DIY untuk menerapkan energi terbarukan. “Saya lihat itu juga mulai tumbuh kesadaran dari masyarakat sendiri ini hal positif yang perlu diapresiasi, kedepan harapannya Pemda DIY dapat memfasilitasinya lebih luas lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Persib Bandung memastikan seluruh pemain dan ofisial aman usai diduga mendapat serangan oknum suporter setelah laga kontra PSM Makassar.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Real Madrid mengumumkan perpisahan Dani Carvajal dan kembalinya José Mourinho sebagai pelatih pada hari yang sama.