46 Persen Perpustakaan Kalurahan Bantul Mati Suri, Ini Arahan Bupati
Sebanyak 46 persen perpustakaan kalurahan di Bantul dinyatakan tidak aktif. Bupati Halim instruksikan lima langkah strategis penguatan literasi desa.
Suasana perekaman KTP-el untuk siswa SMA/SMK Wates dan Pengasih Kabupaten Kulonprogo yang dilakukan Biro Tapem Setda DIY pada 6 Oktober 2021./Istimewa-Biro Tapem Setda DIY
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul terus berupaya untuk melakukan perekaman data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El) kepada warga yang berusia 17 tahun saat Pemilu 2024.
Kepala Disdukcapil Bantul, Bambang Purwadi Nugroho mengatakan pemilih pemula yang belum melakukan perekaman data KTP-El di Bantul awalnya 11.000 lebih, namun pihaknya terus berupaya melakukan perekaman dengan jemput bola atau mendatangi langsung ke sekola-sekolah.
BACA JUGA: KTP Digital Bakal Diberlakukan, Kapan Diterapkan di DIY?
Perekaman data KTP-El tersebut, katanya untuk melindungi hak pilih mereka dalam pemilu maupun pemilihan kepala daerah (Pilkada). Hasilnya sudah banyak yang melakukan perekaman. “Saat ini masih tersisa sekitar 7.000an pemilih pemula yang belum melakukan perekaman KTP-El,” katanya, Selasa (27/6/2023)
Bambang menyatakan untuk mempercepat penerbitan KTP-El bagi pemilih pemula, maka sudah ada kebijakan untuk perekaman data KTP-El bisa dilakukan saat usia 16 tahun atau tidak harus menunggu saat memasuki usia 17 tahun. Hal itu diakuinya supaya hak pilih pemilih pemula ini bisa terpenuhi. “Tapi fisik KTP-El tetap dicetak saat usia 17 tahun,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini proses pembuatan KTP-El yang paling lama adala proses perekamannya, bahkan harus antre. Karena itu keluarlah kebijakan bahwa perekaman KTP-El boleh dilakukan saat usia masi 16 tahun.
Untuk mempercepat proses perekaman data KTP-El, pihaknya melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah dan desa-desa. Selain itu proses perekaman juga tersedia di 17 kantor kapanewon di Bantul.
Ia berharap masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan perekaman data KTP-El. “Kami harap masyarakat merespon dengan baik. Jangan sampai petugasnya sudah siap dan alatnya kita datangkan tapi harus menuggu lama,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul, Didik Joko Nugroho mengatakan 7.000 pemilih pemula itu proyeksi yang berusia 17 tahun saat pemilu 2024 mendatang. Proyeksi itu sudah masuk dalam Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang berasal dari Kementerian Dalam Negeri. Data tersebut juga bersumber dari Disdukcapil Bantul.
DP4 tersebut kemudian diserahkan ke KPU dan KPU Bantul mengolanya melalui pencocokan dan penelitian (Coklit). Data pemilih pemula tersebut sudah masuk dalam datar pemilih baru. “Selain pemilih pemula, pemilih baru adalah pensiunan TNI-Polri,” katanya.
KPU Bantul telah menetapkan Datar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilu 2024 mendatang sebanyak 742.074 pemilih. DPT tersebut terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 363.281 serta pemilih perempuan sebanyak 378.793.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 46 persen perpustakaan kalurahan di Bantul dinyatakan tidak aktif. Bupati Halim instruksikan lima langkah strategis penguatan literasi desa.
Emil Audero jadi kiper dengan penyelamatan terbanyak Serie A 2025/2026, ungguli David de Gea dan Mike Maignan.
Uji materi syarat ahli waris dalam pengusulan Pahlawan Nasional HB II diajukan ke MK karena dinilai hambat proses sejarah.
Universitas Oxford kembangkan vaksin Ebola Bundibugyo gunakan teknologi ChAdOx1. Simak proses riset, strategi produksi, dan metode vaksinasi yang akan diterapka
Kaspersky ungkap phishing baru menggunakan QR Code ASCII yang meningkat 5 kali lipat pada 2025 dan mampu menembus sistem keamanan email modern.
GMS Bantul fokus lengkapi izin rumah ibadah usai polemik pembubaran ibadah di Sewon. Pemkab tegaskan larangan intimidasi dan dorong penyelesaian sesuai aturan.