Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Panitia pemotongan hewan kurban Masjid Al-Amna, Dusun Jogodayuh, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, memotong sapi pada hari pertama Iduladha, Rabu (28/6/2023) - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Belasan hewan kurban yang dipotong pada penyelenggaraan Iduladha 1444 Hijriah versi Muhammadiyah, Rabu (28/6/2023) di Bantul ditemukan mengandung cacing hati atau fasciola. Pemkab Bantul meminta bagian hati yang terkena cacing untuk dibuang, sementara yang tidak terkena masih aman untuk dikonsumsi.
Berdasarkan catatan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul total sapi yang dipotong di hari pertama Iduladha sampai pukul 11.50 WIB sebanyak 164 ekor sapi. Dari jumlah tersebut yang mengandung cacing hati sebanyak 14 ekor. Kambing satu ekor yang terkena fasciola dari total yang dipotong 127 ekor.
Demikian domba juga satu ekor yang terkena cacing hati dari total 150 ekor yang dipotong. “Ini baru yang tedata di 53 titik pemotongan. Dan ini masih akan terus bertambah terutama besok Kamis yang paling banyak pemotongan hewan kurban,” kata Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo, saat dihubungi Rabu (28/6/2023).
Joko mengatakan untuk bagian hati hewan kurban yang terkena cacing hati agar dibuang dengan cara dikubur di tanah. Sementara bagian lainnya yang tidak terkena cacing hati masih aman asalkan dimasak dengan air panas hingga matang.
Sementara untuk pengakit lainnya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD) atau lato-lato sejauh ini tidak ditemukan. Joko mengaku dalam Iduladha tahun ini pihaknya menerjunkan sebanyak 200 petugas pemantauan hewan kurban yang terdiri dari dinas dan mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM)
“Mereka ditugaskan untuk memeriksa semua penyakit pada hewan kurban. Proses pemeriksaan dilakukan sebelum hewan disembelih dan sesudah hewan disembelih. Sampai saat ini baru cacing hati yang ditemukan. Lainnya belum ada laporan,” ujarnya.
Temuan sapi yang mengandung cacing hati salah satunya ada di Masjid Al Amna, Dusun Jogodayuh, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul. Petugas pengawas pemotongan hewan kurban dari DKPP Bantul, Maya menjelaskan dari empat ekor sapi yang disembelih terdapat seekor sapi kurban yang terdapat cacing hatinya dan jumlah cacing hati cukup banyak.
“Kebetulan baru satu ekor sapi yang ketika hatinya diperiksa mengandung cacing hati, sedangkan tiga ekor sapi lainnya masih dalam proses penyembelihan dan belum kita periksa kondisi hatinya,” katanya.
Menurutnya, hati sapi yang mengandung cacing hati harus dibuang, sedangkan hati yang masih bagus boleh dikonsumsi asal tidak dimasak sate namun harus direbus dengan suhu yang tinggi untuk memastikan jika masih ada cacing hatinya bisa mati. “Bagian hati yang rusak dan terdapat cacing hati harus dibuang tidak boleh di konsumsi,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.