Hujan Mulai Turun, Kekeringan di Gunungkidul Belum Teratasi
Hujan ringan mulai terpantau di Gunungkidul, tetapi kekeringan masih berlangsung. BPBD menyiapkan anggaran Rp2,359 miliar untuk distribusi air bersih.
Sejumlah murid dari berbagai jenjang sekolah di Kota Jogja saat mengikuti sejumlah acara dalam memanfaatkan masa libur sekolah di Perpustakan Kota Jogja belum lama ini. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Jogja berupaya meningkatkan tingkat literasi anak di wilayahnya dengan mengemas aktivitas liburan sekolah dengan sejumlah program edukasi yang menarik bagi murid jenjang SD dan SMP di wilayahnya. Lewat program itu diharapkan anak-anak di wilayah setempat mengisi liburan dengan aktivitas yang berkesan dan positif.
Kegiatan yang sudah dimulai sejak awal Juli itu bertujuan untuk mengasah keterampilan literasi dan juga tingkat kreativitas murid. Beberapa kegiatan yang diadakan yakni pelatihan fotografi, pelatihan menulis, dan pelatihan peningkatan literasi murid. Semua kegiatan dipusatkan perpustakaan Jogja di Jalan Suroto No. 9, Kotabaru, Jogja.
BACA JUGA : Tingkatkan Literasi Warga, Kelurahan Bausasran Sediakan
Pustakawan Ahli Muda DPK Kota Jogja Sri Anik Lestari mengatakan, kegiatan pada tahun ini beda dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu kegiatan kreasi anak berupa program memasak dan membuat batik jumputan. Sementara untuk tahun ini lebih kepada pemanfaatan tanah liat menjadi gerabah dan melukis siluet untuk anak SD.
"Kami memfasilitasi anak-anak di Kota Jogja untuk mengisi liburannya dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan mendekatkan anak-anak ke perpustakaan. Harapannya dengan mengenal perpustakaan secara tidak langsung dapat meningkatkan minat membaca," jelasnya, Minggu (9/7/2023).
Pada pelatihan fotografi jenjang SMP yang diadakan tahun ini anak-anak diajak untuk mengeksplorasi jejak peninggalan budaya yang ada di pedestrian Kotabaru. Selain belajar sejarah, mereka diharapkan mampu mencintai budaya yang ada di Kota Jogja ''Untuk fotografi kita lebih menguatkan budaya, misalnya peninggalan rumah-rumah Belanda sebagai materi pelatihan fotografinya. Sehingga harapannya anak-anak bisa ikut mencintai budaya," ujarnya.
Salah satu murid dari SMP Bopkri 1 Jogja Sani Chandra mengungkapkan, dirinya mengikuti pelatihan fotografi ini hanya iseng untuk mengisi hari liburnya. "Tadi sudah foto sekitaran perpustakaan, seru, bisa mendapat pengalaman belajar lebih dalam lagi," jelasnya.
BACA JUGA : Meski Pelosok, Desa di Bantul Ini Punya Perpustakaan Modern
Para orang tua murid pun merasa senang anak-anak telah diwadahi dengan kegiatan positif. Salah satu orangtua peserta, Desi mengungkapkan, baru pertama kali anaknya mengikuti liburan bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogja.
Kegiatan ini sangat bermanfaat terutama dalam mengolah kreativitas anak. "Baru pertama kali mengikuti dan bagus sekali. Sejak hari pertama sampai ke kedua anak sangat antusias mengisi liburan. Di sini kreatifitas bisa terbentuk," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hujan ringan mulai terpantau di Gunungkidul, tetapi kekeringan masih berlangsung. BPBD menyiapkan anggaran Rp2,359 miliar untuk distribusi air bersih.
Kapan waktu terbaik untuk sunat anak laki-laki? Kenali pertimbangan usia, manfaat, kondisi medis, dan hal yang perlu diperiksa sebelum sunat.
Petugas dan tim relawan diminta untuk tetap bertahan di pos masing-masing untuk melakukan evaluasi dan penyisiran secara menyeluruh.
Perintis Berdaya mengandalkan empat pilar, mulai dari pendampingan usaha dan pembiayaan UMKM hingga perluasan pasar dan pelindungan pekerja migran.
MacBook Air M6 diprediksi meluncur awal 2027 dengan chip 2 nm dan layar LCD. Simak bocoran spesifikasi serta perkiraan jadwal OLED.
Asita DIY menilai wisatawan makin selektif mengatur anggaran. Biro perjalanan perlu menawarkan paket beragam tanpa mengorbankan kualitas.