BEDAH BUKU Pemikiran Gus Dur Tetap Relevan di Tengah Masyarakat
Kegiatan diikuti masyarakat lintas organisasi yang ingin kembali mendalami gagasan Presiden keempat Republik Indonesia (RI) tersebut.
Murakabi Craft berhasil mencatatkan diri di Museum Rekor Indonesia (MURI) usai menggelar pernikahan dengan dekorasi berbahan serat alami terbanyak./Ist
KULONPROGO—Plh. Bupati Kulonprogo, Triyono SIP, MSi memberikan apresiasi dan bangga kepada Murakabi Craft yang berhasil mencatatkan diri di Museum Rekor Indonesia (MURI) usai menggelar pernikahan dengan dekorasi berbahan serat alami terbanyak.
Pargono selaku pemilik Murakabi Craft sekaligus orang tua mempelai putri mengatakan, rekor ini tak lepas dari dukungan dan motivasi tinggi dari tim kreatif Murakabi Craft dan juga para pengrajin yang ada di Kulonprogo.
"Rekor ini berkat dukungan dan motivasi berbagai pihak, Alhamdulillah bisa terwujud. Kami sampaikan terima kasih kepada pengrajin yang memberi support juga kepada tim kreatif Murakabi. Penghargaan ini dipersembahkan kepada para pelaku usaha di Kulonprogo. Semoga UMKM di Kulonprogo bisa mendunia," kata Pargono.
Dalam sambutannya, saat penyerahan Piagam MURI di lokasi Murakabi Craft, Nanggulan, Minggu (9/7/2023), Triyono menggambarkan Kulonprogo sebagai kawasan yang kaya serat alam. "Potensi alam ini terbukti bernilai ekonomis tinggi jika digali, diolah dan dikembangkan menjadi produk yang diterima pasar domestik dan ekspor," kata Triyono lebih lanjut.
Oleh karena itu, Piagam MURI tersebut, kata Triyono, bisa dimaknai sebagai pembuktian atas kerja keras para pelaku UMKM selama bertahun-tahun menekuni produk serat alam yang dikenal ramah lingkungan tersebut.
Baca juga: Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, Disdikpora DIY Melarang Perpeloncoan
Sri Widayati dari MURI menyampaikan, MURI sangat mengapresiasi pelaksanaan resepsi pernikahan yang megah dan unik ini. Dikatakannya dengan dekorasi produk hasil kerajinan rumahan atau UMKM berbahan serat alami mulai dari eceng gondok, pandan, pelepah pisang, serat agel dan daun palem yang memenuhi seluruh lokasi pernikahan sangat layak mendapat apresiasi tinggi.
"Bisa kita saksikan bersama bahwa arena resepsi pernikahan didekorasi begitu indah dan unik. Mewakili Ketua Umum MURI, maka hari kami mengesahkan sekaligus mengumumkan bahwa "Pernikahan dengan Dekorasi Berbahan Serat Alami Terbanyak" , resmi tercatat di MURI sebagai rekor yang ke- 11.050 sebagai rekor Dunia," kata Sri.
Hasil kreatifitas Murakabi Craft tercatat berupa lampion sebanyak 1.000 buah, karpet enceng gondok sepanjang 100 m, karpei pandan 100 m, karpet pelepah pisang 50 m, wall decore sebanyak 1.000, kursi 1000, meja 250 dan keranjang serat alam sebanyak 1.000 buah yang kesemuanya berbahan serat alam. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan diikuti masyarakat lintas organisasi yang ingin kembali mendalami gagasan Presiden keempat Republik Indonesia (RI) tersebut.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.