PSS Sleman Kalah Dua Kali, Bupati Harda Minta Manajemen Segera Berbenah
PSS Sleman kalah dalam dua laga awal Super League 2026/2027. Bupati Harda Kiswaya berharap manajemen segera melakukan pembenahan.
Suasana jumpa pers kasus mutilasi yang potongan tubuh korbannya ditemukan di Turi, Sleman./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol FX. Endriadi menuturkan ada sejumlah titik lokasi penemuan potongan korban mutilasi di Sleman. Menurut penjelasannya hingga kini ada lima titik tempat ditemukannya potongan tubuh korban.
Kelima titik itu, di antaranya ada di dekat Sungai Krasak, Gimberan, Merdikorejo, Tempel Sleman dan dekat Sungai Bedog, Jembatan Kelor, Turi, Sleman.
Beberapa di antara potongan tubuh yang ditemukan berdasarkan keterangan pelaku pascaditangkap dalam pelariannya di Bogor. "Ada beberapa yang kami temukan. Jadi setelah kami menangkap tersangka, kami tindaklanjuti dengan penyusuran terhadap potongan tubuh yang lain," kata dia saat jumpa pers, Minggu (16/7/2023).
Setelah ditangkap dan dalam perjalanan ke Jogja, polisi sempat menginterogasi pelaku untuk mengetahui di mana potongan tubuh korban lainnya diletakkan. "Tersangka ini ditangkap di daerah Jawa Barat, jadi perjalanan itu, jadi perjalanan tersangka ke sini, kami menginterogasi di mana mereka membuang ataupun potongan-potongan tersebut," ucap dia.
Nantinya, sesuai dengan laporan polisi yang diterbitkan oleh Polresta Sleman, proses penyidikan terhadap pelaku akan ditindaklanjuti dengan Pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana.
BACA JUGA: Korban Mutilasi di Sleman Dieksekusi di Indekos Pelaku
Wadirreskrimum Polda DIY, AKBP K. Tri Panungko menambahkan saat ini polisi terus melakukan investigasi agar membuat perisitiwa ini terang benderang. Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat DIY, untuk memberi tahu polisi bila mengetahui berbagai informasi terkait kasus ini.
"Apabila menemukan hal-hal yang berkaitan dengan perisitiwa ini, seperti halnya potongan potongan tubuh lainnya yang mungkin belum ditemukan, kemudian juga ada masyarakat yang mengatahui kejadiannya bisa kami jadikan sebagai saksi, itu bisa menginformasikan kepada kami Dirreskrimum atau kepada seluruh aparat kepolisian terdekat," kata dia.
Kasubbid Penmas Bid Humas Polda DIY, AKBP Verena menjelaskan kasus ini berawal dari ditemukannya potongan tubuh manusia di Turi, Sleman pada hari Rabu (12/7/2023) pukul 19.30 WIB. "Di mana didapatkan satu bagian tangan kiri dan dua potong bagian kaki, sebagian mata kaki dan dua potongan yang tidak berbentuk," terangnya.
Korban ditengarai dieksekusi di kamar indekos pelaku. "Jadi untuk TKP-nya saat ini kami mendapatkan data bahwa kejadian itu Triharjo, Sleman," tambahnya. "Kami turut mengucapkan berbela sungkawa kepada keluarga korban. Kami turut prihatin kejadian ini terjadi di wilayah DIY," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman kalah dalam dua laga awal Super League 2026/2027. Bupati Harda Kiswaya berharap manajemen segera melakukan pembenahan.
Ratusan siswa SMKN 1 Boyolangu Tulungagung mengeluh diare usai santap menu MBG. Dinkes amankan sampel makanan untuk uji laboratorium.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 18 September 2026 melayani 24 perjalanan rute Stasiun Tugu-YIA PP. Cek jam keberangkatan dan waktu tempuhnya.
Forum Warek Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 di Unhas fokus membahas mitigasi kecurangan SNPMB dan empat isu strategis.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 18 September 2026 beserta lokasi Satpas, Syarat perpanjangan SIM A dan SIM C aktif agar tak antre.
Mentan Amran Sulaiman instruksikan Bapanas tindak tegas beras fortifikasi melanggar aturan. DPR dukung pencabutan izin usaha pelaku.