Riset Fenomena Api Seyegan Rampung, BPBD Serahkan Hasil ke Keluarga
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Ilustrasi penanganan stunting. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sleman melakukan monitoring atau pemantauan dan evaluasi di Kapanewon Sleman. Meski prevalensi stunting turun, masih ada sejumlah catatan berkaitan kasus tengkes di Sleman.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan bahwa prevalensi stunting Sleman tahun 2022 berdasarkan SSGI mengalami penurunan sebesar 1,9 persen yakni berada di angka 6,88 persen. Meski meraih hasil ini, Kustini menilai masih ada beberapa kasus yang harus ditangani perihal tengkes.
Kustini mengimbau agar TPPS di Kapanewon dapat bersinergi dan memberikan edukasi tentang pentingnya penanggulangan tengkes kepada masyarakat. "TPPS Kapanewon tentunya lebih memahami karakteristik masyarakat di wilayahnya," ujarnya pada Senin (17/7/2023).
BACA JUGA: Penjualan Daging Anjing di Jogja Tersebar di Lima Titik, Satpol PP Segera Bertindak
"Oleh karena itu, TPPS perlu melakukan pendekatan komunikasi yang tepat kepada calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil dan menyusui agar dapat mencegah kemunculan kasus baru dan mendukung percepatan penurunan stunting," katanya.
Di sisi lain, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa yang menjabat Ketua TPPS Sleman berharap kegiatan pemantauan ini dapat mengetahui berbagai kendala, permasalahan maupun hambatan dalam upaya menurunkan stunting di Kabupaten Sleman.
"Tujuan monev kinerja TPPS di Kapanewon adalah agar program berjalan baik dan tepat sasaran. Tujuannya tentu penuruan prevalensi stunting di Sleman dengan target jangka panjang Sleman Zero Stunting," tambahnya.
Lebih lanjut Danang juga membahas pola asuh dan pola makan anak sangat berpengaruh pada kasus tengkes. Kedua hal tersebut dapat berpengaruh pada kebutuhan gizi anak yang tercukupi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.