Gunungkidul Siapkan 4 Hektare untuk Bangun TPST Wukirsari
Pemkab Gunungkidul menyiapkan lahan 4 hektare untuk TPST Wukirsari. Proyek menunggu bantuan Pemerintah Pusat dan ditarget mulai dibangun 2027.
Ilustrasi dropping tangki air milik BPBD Gunungkidul./Istimewa-BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul mencatat lima kapanewon sudah terdampak kekeringan di musim kemarau tahun ini. Total bantuan air bersih yang disalurkan hingga sekarang sudah mencapai puluhan truk tangki.
Sekretaris BPBD Gunungkidul, Subarno mengatakan kapanewon terdampak kekeringan saat ini meliputi Saptosari, Ponjong, Semanu, Purwosari dan Gedangsari. Jumlah itu diperkirakan akan bertambah seiring memasuki puncak musim kemarau pada Agustus mendatang. “Datanya masih bisa bertambah. Hingga sekarang jumlah total warga terdampak ada 12.299 jiwa,” kata Subarno, Kamis (20/7/2023).
Menurut dia, upaya penyaluran bantuan air bersih terus dilakukan. Tahun ini, BPBD mengalokasikan sekitar 1.000 tangki, hingga sekarang yang tersalurkan sebanyak 44 tangki. “Masih ada kuota, tapi untuk permintaan bantuan harus ada permohonan resmi dan melalu proses verifikasi. Langkah ini agar bantuan tepat sasaran,” kata Subarno.
BACA JUGA: Kekeringan, Dinas Sosial Bantul Rutin Kirim Air Bersih ke Dlingo
Ia menambahkan, bantuan tidak hanya dilakukan oleh BPBD Gunungkidul. Pasalnya, sejumlah kapanewon juga memiliki anggaran untuk penyaluran bantuan secara mandiri. “Kami terus lakukan pendataan terkait dengan warga terdampak kekeringan,” katanya.
Senada, Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono memprediksi warga yang berada di wilayah pesisir seperti Girisubo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari, Paliyan, Panggang dan Purwosari akan mulai mengajukan bantuan air bersih. Memasuki Agustus, jumlah terdampak masih bertambah karena kapanewon seperti Gedangsari, Nglipar, Patuk dan Ponjong juga memerlukan bantuan. “Upaya pendataan warga terdampak terus dilakukan,” katanya.
Mantan Panewu Purwosari menambahkan untuk penanganan tidak hanya melalui BPBD Gunungkidul. Pasalnya, ada 11 kapanewon yang memiliki anggaran dropping secara mandiri. Selain itu, juga ada bantuan dari pihak swasta. “Bantuan air bersih hanya bersifat sementara. Sebab, program jangka panjangnya akan mengoptimalkan sumber sungai bawah tanah guna memenuhi kebutuhan air bersih di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan lahan 4 hektare untuk TPST Wukirsari. Proyek menunggu bantuan Pemerintah Pusat dan ditarget mulai dibangun 2027.
KPU Kulonprogo menyiapkan kurikulum demokrasi yang terintegrasi dalam mata pelajaran Pancasila atau PKN di sekolah dan madrasah.
Sleman memberangkatkan 325 KK transmigran selama 2010-2024. Pemberangkatan terbanyak terjadi pada 2012 setelah erupsi Gunung Merapi.
PSIM Jogja menyisakan anggaran pemain untuk putaran kedua Super League 2026/2027 agar tetap memiliki ruang merekrut pemain baru.
Pemerintah kembali membuka war tiket Upacara HUT RI di Istana Merdeka. Sebanyak 8.100 peserta ditargetkan hadir pada 17 Agustus 2026.
Investasi di Gunungkidul semester pertama 2026 mencapai Rp487,6 miliar dan menyerap 10.738 tenaga kerja, didominasi PMDN dan PMA.