Kemarau Datang, Petani Dlingo Kembali Dikepung Monyet Ekor Panjang
Serangan monyet ekor panjang kembali mengganggu lahan pertanian di Dlingo, Bantul saat kemarau. Petani memasang jaring untuk melindungi tanaman.
Ilustrasi iklim - Freepik
JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mengusulkan sebanyak 84 kampung menjadi Program Kampung Iklim (Proklim) ke Pemerintah Pusat. Pengusulan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengedukasi masyarakat dalam mengelola lingkungan yang berkelanjutan.
Pelaksana Sekretaris DLH Kota Jogja, Very Tri Jatmiko mengatakan pembentukan Kampung Proklim juga bertujuan untuk memberikan apresiasi dan mendorong partisipasi aktif seluruh pihak guna meningkatkan ketahanan perubahan dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Untuk memperkuat kapasitas pengurus maka diadakan workshop.
"Kami sudah mengusulkan 84 kampung dengan mengisi data Sistem Registri Nasional [SRN] Pengendalian Perubahan Iklim [PPI] dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan [KLHK]," ujarnya saat ditemui, Senin (24/7/2023).
BACA JUGA: PT Pindad Bakal Dipindah dari Bandung ke Subang, Presiden Jokowi: Dilakukan Bertahap
Adapun pembentukan Kampung Proklim sudah dimulai sejak 2012 hingga 2022. Beberapa Kampung Proklim di antaranya Kampung Kadipaten yakni di RW 1, 2 dan 3; Kampung Dipowinatan di RW 1, 2 dan 3; Kricak RW 5,9 dan 3; RW 13 Karangwaru; RW 5 Tegalrejo: RW 2 dan 3 Bener; serta Bumijo di RW 3 dan RW 7. "Kriteria Kampung Proklim ini macam-macam, tetapi yang penting lingkungan yang hijau atau penghijauan, ketahanan pangan dan kebersihan," ujar dia.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Jogja Kadri Renggono mengatakan kehadiran Kampung Proklim telah mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Sebagai bentuk apresiasi kepada Kampung Proklim di Kota Jogja, Pemkot terus mendukung dan memfasilitasi langkah-langkah keberlanjutannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Serangan monyet ekor panjang kembali mengganggu lahan pertanian di Dlingo, Bantul saat kemarau. Petani memasang jaring untuk melindungi tanaman.
Sebanyak 2.775 burung berbagai jenis tanpa dokumen karantina diamankan petugas di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Industri hingga UMKM dinilai siap menyambut kewajiban sertifikasi halal mulai 18 Oktober 2026 untuk memperkuat ekosistem halal Indonesia.
Polres Bungo memusnahkan sarana PETI di Sungai Batang Tebo, termasuk alat penyaring emas dan tangki minyak berkapasitas 1.000 liter.
Simak cara menyimpan makanan di kulkas agar tetap segar, higienis, dan aroma makanan tidak bercampur selama penyimpanan.
Sound horeg berkembang sebagai hiburan rakyat, tetapi juga memicu polemik keselamatan, kebisingan, dan pengawasan di lapangan.