Jalan Tembus Ngawen-Gedangsari Rusak, Warga Minta Diperbaiki
Warga di Kalurahan Jurangjero, Ngawen mengeluhkan rusaknya akses jalan tembus menuju Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari dan meminta dilakukan perbaikan ke pemkab.
Ilustrasi aktivitas pembuangan sampah di TPAS Wukirsari di Kalurahan Baleharjo, Wonosari./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ibarat bom waktu, pengelolaan sampah di Gunungkidul seolah menunggu titik buntu. Hal ini tak lepas dari kondisi Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari di Kalurahan Baleharjo, Wonosari yang mulai over kapasitas.
Di sisi lain jumlah sampah yang dibuang masyarkat terus meningkat volumenya. Sedangkan, upaya perluasan TPAS yang diwacanakan Pemkab Gunungkidul hingga sekarang belum terealisasikan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan sejak beberapa tahun lalu ada upaya memperluas area pengelolaan TPAS Wukirsari. Hal ini ditandai dengan pembebasan lahan yang luasanya mencapai lima hektare.
Upaya perluasan juga sudah dibuatkan detail engineering design (DED) untuk pembangunan. Total kebutuhan anggaran perluasan sesuai dengan perencanaan mencapai Rp32 miliar.
BACA JUGA: Pemkot Berburu Depo Sementara untuk Sampah, DLH: Warga Sekitar Bersedia Saja Kami Sudah Senang
Hary mengakui dengan besaran dana ini, pemkab tidak mampu membiayai secara mandiri karena kemampuan anggaran yang masih sangat terbatas. Guna merealsiasikan perluasan, DLH mengajukan bantuan ke Pemerintah Pusat. “Sudah diajukan tetapi hingga sekarang belum ada lampu hijau untuk perluasan,” katanya, Senin (24/7/2023).
Hary berharap perluasan TPAS bisa diwujudkan sebagai upaya memperpanjang usia pembuangan sampah di Gunungkidul. “Kami sebenarnya juga ada program pembangunan TPST di pesisir. Keduanya sudah kami ajukan ke Pusat untuk mendapatkan bantuan dalam pembiayaan,” katanya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan dan Pertamanan, DLH Gunungkidul, Heri Kuswantoro mengatakan usulan diajukan lantaran kondisi TPAS Wukirsari saat ini sudah penuh. Hal itu terlihat dari luasan zona aktif sekitar 17.627 meter persegi sudah dipenuhi dengan sampah. “Masih ada lahan kosong hampir mencapai lima hektare. Ini bisa dimanfaatkan untuk perluasan,” katanya.
Menurut dia, usulan perluasan dilakukan agar TPAS bisa berfungsi dengan baik. Pasalnya, kondisi sekarang pengelolaannya tidak efektif dan efisien. Jumlah sampah yang masuk pun meningkat setiap tahun.
Sebagai gambaran, pada 2019 tercatat sebanyak 13.910,47 ton sampah. Sedangkan di 2022 jumlah sampah yang dibuang mencapai 16.706,7 ton. “Sepanjang Januari-Juni 2023 ini, sudah 8.582,72 ton sampah yang masuk TPAS Wukirsari. Kalau tidak segera diperluas maka akan semakin kritis dan berpotensi memicu timbulnya masalah dalam pengelolaan,” kata Heri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga di Kalurahan Jurangjero, Ngawen mengeluhkan rusaknya akses jalan tembus menuju Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari dan meminta dilakukan perbaikan ke pemkab.
Argentina vs Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Rivalitas sengit dari Tangan Tuhan hingga kartu merah Beckham, saksikan duel Messi vs Bellingham
UMY menonaktifkan sementara dosen Farmasi yang diduga terlibat kasus pelecehan. Investigasi internal kampus dan Satgas PPKPT masih berlangsung.
Lagu rap Erling Haaland "Kygo Jo" jadi No.1 Spotify Norwegia usai di-remix Kygo. Simak kisah di balik lagu yang dibuat saat remaja ini.
Topan Bavi ganggu transportasi China: 2.800 penerbangan batal, 45 bandara siaga badai petir, kereta cepat ditangguhkan. Dampak meluas ke Beijing hingga Shanghai
Lima SD negeri di Gunungkidul resmi digabung mulai tahun ajaran baru akibat kekurangan murid. Berikut daftar sekolah yang diregrouping.