Dewan Soroti Ketimpangan Pembangunan Antarkapanewon di Gunungkidul
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Gunungkidul menelan bujet sebesar Rp4,9 miliar. Laboratorium ini ditargetkan sudah beroperasi mulai tahun depan.
Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, Sri Agus Wahyono mengatakan proses pembangunan Labkesda sudah dimulai. Diharapkan pembangunan sarana pendukung dalam pengecekan kesehatan bisa selesai di akhir tahun. “Lokasi pembangunan berada di lahan yang rencananya jadi kompleks kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari,” kata Sri Agus, Minggu (30/7/2023).
Dia menjelaskan, keberadaan Labkseda merupakan upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di masyarakat. Pada awalnya, pembangunan fasilitas ini membutuhkan anggaran sekitar Rp18 miliar, tetapi setelah dilakukan kajian ulang kebutuhan anggaran di kisaran Rp5,9 miliar. “Setelah lewat lelang. Alokasi pembangunan hanya menelan biaya sekitar Rp4,9 miliar,” katanya.
BACA JUGA: Jamin Akurasi Pengukuran, 40 Alat Laboratorium Dikalibrasi
Sri Agus menambahkan, pagu ini hanya untuk pembangunan gedung. Di sisi lain dinas kesehatan juga mengadakan sejumlah peralatan guna mendukung pengoperasian di tahun depan. “Jadi secara simultan pengadaannya. Saat bangunan sudah jadi, maka perlatan pendukung sudah siap dan bisa dioperasikan,” katanya.
Disinggung mengenai layanan, ia mengakui ada sejumlah pelayanan yang bisa diakses masyarakat meliputi pengecekan air bersih atau air minum; pemeriksaan makanan dan minuman; bahan tambahan makanan hingga pemeriksaan klinik seperti di puskesmas. “Harapannya dengan layanan ini maka masyarakat atau kelompok usaha tidak perlu jauh-jauh lagi mengecek ke luar daerah. Sebab, fasilitasnya sudah tersedia di Gunungkidul,” katanya.
Sri Agus menambahkan, pemeriksaan atau pengecekan yang pengambilan sampel jauh dari pengujian laboratorium akan berpengaruh terhadap efektiftas hasil pemeriksaan. “Intinya semakin dekat dengan layanan, maka hasilnya akan semakin akurat. Tapi, kalau jauh potensi terkontaminasi sangat mungkin sehingga hasilnya bisa kurang akurat,” katanya.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan pembangunan Labkesda sesuai dengan instruksi dari Pemerintah Pusat agar setiap daerah memiliki laboratorium kesehatan sendiri. Adapun di Gunungkidul, hingga sekarang belum memiliki fasilitas tersebut secara memadai. “Sebenarnya sudah ada laboratorium, tetapi gedungnya belum sesuai standar. Makanya dibangun gedung untuk Labkesda. Mudah-mudahan semua lancar sehingga pembangunan bisa selesai tepat waktu,” kata Dewi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong RTRW baru untuk memangkas ketimpangan pembangunan antarkapanewon, termasuk akses jalan, air bersih, listrik, dan investasi.
Pertamina mengungkap harga Pertamax berpotensi tembus Rp20.000 per liter jika harga minyak dunia tak turun ke US$60-US$70.
Banyumas mengusulkan Rp7 miliar untuk memperbaiki lintasan Stadion Satria dengan material tartan demi mendukung pembinaan atlet.
Basarnas mengerahkan helikopter untuk mencari Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Sebanyak 103 penumpang telah dievakuasi.
Ryan Garcia menang TKO atas Conor Benn pada ronde kedua di Las Vegas dan mempertahankan sabuk juara dunia kelas welter WBC.
Basarnas mengevakuasi 103 penumpang Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa. Satu orang meninggal dunia dalam proses evakuasi.