Advertisement
Pengurus Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Baturetno II Terpilih, Sejumlah Program Disiapkan
Musyawarah Pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan Aisyiyah Baturetno II, (30/7/2023) di SD Muhammadiyah Kalangan, Baturetno, Banguntapan, Bantul. - Harian Jogja/Hadid Husaini.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Baturetno, Banguntapan, Bantul resmi memilih pengurus baru lewat musyawarah tingkat ranting yang digelar pada Minggu (30/7/2023). Beberapa program telah disiapkan guna mendukung kiprah organisasi ini di masyarakat.
Musyawarah pemilihan pengurus ranting tersebut sejatinya sudah digelar sejak 2020, tetapi tertunda akibat pandemi Covid-19. Adapun dalam kepengurusan baru, dipilih pula pimpinan pengurus melalui sistem pemungutan suara.
Advertisement
BACA JUGA : Kader Muhammadiyah Tidak Boleh Kagetan dan Gumunan, Harus Mampu Imbangi Teknologi
Dua nama baru muncul yakni Budi Santosa sebagai Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dan Sufi Marwiyah sebagai Pimpinan Ranting 'Aisyiyah (PRA) Baturetno II. Keduanya akan memimpin untuk periode 2023-2027.
Mantan PRM periode sebelumnya, Arif Rahman Hakim menyampaikan musyawarah pimpinan tingkat ranting tersebut baru pertama kali diselenggarakan secara bersama.
“Yang membedakan kali ini musyawarah dilakukan bersama, biasanya sendiri-sendiri, jadi diserahkan kepada pimpinan ranting masing-masing,” katanya, Minggu.
Beberapa evaluasi dan rencana program ke depan sudah disiapkan untuk pengurus baru mulai dari program pemberdayaan umat hingga penggunaan teknologi informasi untuk menunjang kegiatan di tingkat ranting.
“Fokusnya akan ada peningkatan terutama dalam penggunaan IT untuk menjangkau kinerja semua majelis. Bukan hanya untuk pendidikan tapi juga untuk dakwah, pendidikan ekonomi, pendidikan kader,” jelas dia.
Mantan Pimpinan Ranting 'Aisyiyah Baturetno II, Siti Hajaroh menyampaikan di kepengurusan baru tersebut dirinya berharap ada peningkatan kiprah di masyarakat. Dirinya menyebut beberapa hal sudah dicapai di periode sebelumnya, terutama di bidang pendidikan.
“Program yang sudah tercapai seperti pendidikan, sudah ada dua TK dan puluhan murid,” ujarnya.
TK yang sudah terbentuk tersebut antara lain TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal [ABA] Kalangan dan TK ABA Al-Fatah dengan jumlah siswa mencapai 73 dan 80 anak. Selain Itu juga masih ada tingkat Pendidikan Anak Usia Dini [PAUD] yang dikelola.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kasus Kuota Haji, Ada Dugaan Aliran Uang dari Maktour ke Pejabat
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
- HUT ke-80 Sultan HB X, 10.000 Pamong se-DIY Bakal Kirab Hasil Bumi
- Sempat Viral Putus Sekolah Rawat Orang Tua, Fendi Kembali ke Kelas
Advertisement
Advertisement







