27 Trash Barrier Dipasang di Sungai Kota Jogja Tahun Ini
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Kegiatan bersih-bersih sungai Gadjah Wong di Kota Jogja/Harian Jogja-Dok
Harianjogja.com, JOGJA—Kondisi ketiga sungai yang melintasi Kota Jogja yakni Sungai Code, Gadjah Wong, dan Winongo selama dua tahun terakhir melebihi ambang batas baku mutu. Sementara belakangan banyak sampah yang ditemukan di ketiga sungai tersebut, yang diduga dapat memicu penurunan kualitas air sungai.
Analis Kebijakan DLH Kota Yogyakarta, Intan Dewani mengatakan dalam pemantauan yang dilakukan ditemukan bakteri e coli di sungai-sungai yang melintas di Kota Jogja. Menurut Intan kondisi tersebut pun diperparah dengan banyaknya sampah yang ditemukan sepanjang bantaran sungai di Kota Jogja.
“Ditambah saat ini masih ada warga yang membuang sampah di sungai. Ini menjadi salah satu faktor pengaruh kualitas air sungai yang sejak tahun lalu dan tahun ini hasil baku mutu cenderung berat," katanya, Selasa (15/8/2023).
Saat ini DLH Kota Jogja pun terus melakuan sampling di tiga sungai yang ada di Kota Jogja untuk memastikan kondisi terkini air sungai setelah ditemukan banyak sampah di sana.
Baca juga: Krisis Air Terjadi Merata di Gunungkidul, Dinsos DIY Siapkan 230 Tangki untuk Dropping
Dia mengimbau agar warga tidak membuang sampah ke sungai karena diduga dapat memicu penurunan kualitas air sungai.
“Air sungai ini kan lintas daerah, saya mengimbau untuk warga agar tidak membuang sampah atau limbah ke sungai. Jika hulu saja banyak yang membuang sampah akan terkena ke hilir dan berdampak kembali ke masyarakat," katanya.
Senada, Sub Koordinator Kelompok Substansi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja Kesehatan Olahraga (KLKKKO) Nur Wara Gunarsih menyampaikan saat ini kualitas air sungai di Kota Jogja telah melebihi baku mutu kesehatan dengan ditemukannya adanya total koliform dan e coli.
Dia menilai dengan masifnya pembuangan sampah ke sungai, akan berpengaruh pada kualitas air sungai. “Bila sampah dibuang di sungai, yang terpengaruh langsung adalah kualitas air sungai atau badan air,” katanya.
Apabila kondisi air yang cemar tersebut dikonsumsi masyarakat, menurut Nur Wara dapat menimbulkan sejumlah penyakit antara lain gangguan fungsi ginjal, keracunan, disentri, kolera, diare, tipus, atau penyakit kulit lainnya.
Karenanya dia meminta agar masyarakat tidak membuang sampahnya ke sungai sehingga tidak memperparah kondisi air sungai di Kota Jogja. “Untuk itu, menjaga kualitas air yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, maka perlu memperhatikan sumber air, pengolahan atau treatment, distribusi, maupun penyimpanan air tersebut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menambah sembilan trash barrier di empat sungai untuk menahan sampah dan menjaga kebersihan aliran sungai.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.