RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Kegiatan pelepasliaran tukik di pantai./Harian Jogja-Dok
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 78 ekor tukik atau anak penyu akan dilepasliarkan di Pantai Goa Cemara pada Kamis (17/8/2023). Pelepasliaran tukik di musim migrasi 2023 ke laut bebas ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-78.
Sekretaris Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi Penyu (Kompak) Bantul, Fajar Subekti mengatakan pelepasliaran tukik melibatkan Dinas Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), mahasiswa, serta masyarakat umum.
Sebelum pelepasliatan tukik akan digelar sejumlah kegiatan di antaranya paparan konservasi penyu, pembagian bendera merah putih. Dari sekretariat konservasi, peserta jalan menuju pantai. Sampai pantai, peserta menancapkan bendera masing-masing yang dibawa. Kemudian para peserta juga akan membentuk formasi angka 78.
Lalu para peserta menari dan secara serentak menghormati bendera merah putih yang sudah ditancapkan di atas pasir. “Acara dilanjutkan dengan pelepasliaran tukik sebanyak 78 ekor ke laut. Nanti ada smoke boom juga supaya lebih meriah acaranya,” katanya, saat dihubungi Selasa (15/8/2023).
Baca juga: Happy Asmara Pilih Vakum dari Medsos
Fajar mengatakan peringatan HUT Kemerdekaan RI oleh Kelompok Masyarakat Konservasi Penyu ini sebenarnya rutin digelar setiap tahun. Namun tahun-tahun sebelumnya pelepasliaran tukik digelar sederhana tanpa ada agenda pengiring, terlebih saat pandemi Covid-19, tidak ada atraksi sama sekali.
“Kali ini kita meriahkan dengan konsep Rilis Penyu Merdeka 78. Para peserta nanti juga diharapkan mengenakan pakaian merah putih,” jelasnya.
Lebih lanjut Fajar mengatakan kegiatan tersebut diharapkan selain menguatkan rasa nasionalisme juga dapat menumbuhkan hubungan manusia dengan alam melalui kampanye pelestarian penyu di Pantai Goa Cemara.
Ia berharap masyarakat mengetahui keberadaan konservasi penyu di Pantai Goa Cemara dan masyarakat dapat ikut sama-sama melestarikan penyu karena penyu merupakan jenis hewan yang dilindungi. Menurutnya ada tujuh jenis penyu di dunia dan enam jenis di antaranya ada di Indonesia.
Tanggung Jawab Bersama
Pelestarian penyu bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah namun juga semua masyarakat untuk sama-sama menjaga kelestariannya dengan cara tidak menangkap atau membuat hal-hal yang berpotensi membuat langka penyu. “Misalnya tidak membuat sampah di sungai karena sampah akan sampai ke pantai dan mencemari lingkungan. Selain itu dikhawatirkan sampah dimakan penyu,” ujarnya.
Fajar menambahkan masyarakat umum dan wisatawan juga bisa ikut menjadi bagian dalam acara tersebut dengan membayar biaya pendaftaran sebesar Rp40.000. Peserta dapat fasilitas makanan ringan, sertifikat digital, dan ikut partisipasi dalam formasi kegiatan tersebut dari awal sampai akhir. Rencana kegiatan dimulai sekitar pukul 15.00-17.00 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MotoGP resmi bertahan di Sepang hingga 2031. Kontrak baru Malaysia memastikan balapan kelas dunia tetap hadir di Asia Tenggara.
Disdikpora Bantul menegaskan siswa baru boleh memakai seragam bekas kakak. Sekolah juga dilarang menjual atau mewajibkan pembelian seragam.
Kata plenger viral di TikTok dan Instagram. Simak arti sebenarnya, asal-usul, serta alasan istilah gaul ini ramai digunakan warganet.
Belgia menghadapi ujian berat melawan Senegal di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Duel De Bruyne dan Sadio Mane diprediksi jadi sorotan.
Fenomena bediding membuat suhu Gunungkidul turun hingga 19,3 derajat Celsius. Warga diminta waspada terhadap batuk, pilek, dan penurunan daya tahan tubuh.