BPS Kota Jogja: Sensus Ekonomi Berjalan Lancar Tanpa Penolakan
BPS Kota Jogja menyatakan Sensus Ekonomi berjalan lancar tanpa penolakan. Pendataan mencakup usaha, pendapatan, aset, hingga ekonomi digital.
Ilustrasi perbaikan jalan./Pixabay-Joshua Woroniecki
Harianjogja.com, JOGJA–Pemda DIY terus berupaya mengatasi ketimpangan wilayah dengan penyediaan infrastruktur jalan yang menghubungkan antar kota dan kabupaten. Tahun 2024, Pemda DIY menargetkan jalan di daerah wisata dan jalan untuk akses ekonomi dapat dilakukan perbaikan.
“Tentu untuk jalan di tingkat kabupaten yang merupakan kewenangan DIY yang ditempat strategis seperti jalur ekonomi utama kita pastikan dapat tertangani,” kata Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana, Jumat (18/8/2023).
Menurut Tri jalan yang digunakan masyarakat jalur ekonomi akan dilakukan perbaikan. Perbaikan tersebut menurut Tri untuk menunjang kelancaran arus distribusi antar daerah.
Dengan perbaikan jalan tersebut, Tri berharap dapat menunjang peningkatan perekonomian masyarakat, terutama di kabupaten. Sehingga ketimpangan antar wilayah dapat teratasi.
Selain itu, menurut Tri, DIY yang perekonomiannya banyak bertopang pada sektor pariwisata juga memprioritaskan perbaikan jalan di jalur wisata. Bagi jalan provinsi di kabupaten yang menghubungkan ke destinasi wisata, menurut Tri juga akan dilakukan perbaikan tahun depan.
BACA JUGA: Jenazah Bayi Perempuan Ditemukan Warga di Lahan Kosong di Ngaglik Sleman
“Kemudian jalan yang menghubungkan titik wisata tertentu lintas kabupaten tentu memerlukan peran DIY untuk menangani,” katanya.
Sementara menurut Tri, Pemda DIY juga mendorong pembangunan jalan nasional yang dilakukan oleh pemerintah pusat.
“Ya program nasional. Kami menurut kemampuan nasional seperti apa. Kemampuan nasional kan ada dinamikanya, kita nurut kemampuan nasional. Kami support yang ditargetkan nasional,” katanya.
Menurutnya Pemda DIY pun akan berupaya agar dapat mendukung proses pembangunan tersebut. Seluruh infrastruktur jalan yang diupayakan baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat menurut Tri sebagai upaya untuk meningkatkan kelancaran transportasi antardaerah yang diharapkan dapat menurunkan ketimpangan antar wilayah di DIY. “Ya prinsipnya seperti itu [menurunkan kemiskinan dan ketimpangan wilayah],” kata Tri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS Kota Jogja menyatakan Sensus Ekonomi berjalan lancar tanpa penolakan. Pendataan mencakup usaha, pendapatan, aset, hingga ekonomi digital.
Kebakaran di Kulonprogo meningkat selama musim kemarau 2026. Mayoritas dipicu pembakaran sampah dan kondisi lahan yang semakin kering.
Alwi Farhan turun ke peringkat 11 dunia pada ranking BWF terbaru. Ubed naik ke posisi 26, sementara Putri KW tetap di peringkat enam.
Santika Indonesia Hotels & Resorts Region Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta (Jateng–DIY) menggelar Corporate Gathering Region Jateng–DIY 2026
Alat berbasis AI dari Australia mampu mengenali nyamuk pembawa DBD dan malaria hanya dari suara sayap tanpa internet dan laboratorium.
Emergency kit mobil dapat membantu pengemudi menghadapi kondisi darurat seperti ban bocor, aki tekor, atau kendaraan mogok. Simak daftar perlengkapan yang wajib