Jelang Wajib Halal, Baru 16 dari 42 SPPG di Kota Jogja Bersertifikat
Jelang kewajiban sertifikasi halal 17 Oktober 2026, baru 16 dari 42 SPPG di Kota Jogja tercatat telah memiliki sertifikat halal.
Kompleks Makam Kota Gede yang berada di Kampung Wisata Purbayan, Kotagede.(Instagram/@kamwispurbayan)
Harianjogja.com, JOGJA— DPRD Kota Jogja meminta Pemkot Jogja mengembangkan kampung wisata sebagai destinasi alternatif bagi wisatawan. Pengembangan tersebut dinilai perlu diawali dengan pemetaan kembali potensi dan persoalan yang ada di setiap kampung wisata.
Wakil Ketua DPRD Kota Jogja RM Sinarbiyat Nujanat mengatakan pengembangan kampung wisata membutuhkan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, upaya tersebut tidak bisa hanya mengandalkan Dinas Pariwisata (Dinpar) Kota Jogja dan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja.
Potensi kampung wisata berkaitan dengan berbagai sektor, mulai dari UMKM, seni, budaya, kuliner, perdagangan hingga kelompok masyarakat. Karena itu, OPD terkait dinilai perlu turun langsung untuk melihat kondisi masing-masing kampung.
“Harus tahu masalah di kampung-kampung ini apa sebetulnya. Ada yang tumbuh, berkembang, tetapi ada yang kemudian mati, setengah mati, atau tinggal labelnya sebagai kampung wisata,” katanya Jumat (11/9/2026).
Kampung Wisata Perlu Dipetakan Kembali
Sinarbiyat meminta Pemkot Jogja melakukan pemetaan terhadap kampung yang telah mendapat label kampung wisata. Pemetaan tersebut mencakup identifikasi kampung wisata yang masih aktif maupun yang sudah tidak lagi memiliki kegiatan.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar informasi mengenai kampung wisata yang disampaikan kepada wisatawan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Jangan sampai wisatawan datang setelah memperoleh informasi mengenai sebuah kampung wisata, tetapi tidak menemukan aktivitas yang dapat dinikmati.
“Jangan sampai sudah dilabel kampung wisata dan diinformasikan secara luas, tetapi ketika wisatawan datang ternyata tidak ada aktivitas. Ini bisa mengecewakan wisatawan dan berdampak pada citra pariwisata Kota Jogja,” ujarnya.
Sinarbiyat menilai Pemkot Jogja perlu lebih aktif mendatangi masyarakat untuk menggali potensi sekaligus mengetahui kendala yang dihadapi pengelola kampung wisata. Pendekatan tersebut dapat melibatkan RT, RW, rukun kampung, pelaku seni dan budaya, UMKM hingga kelompok tani.
OPD Diminta Ikut Kembangkan Potensi Kampung
Menurut Sinarbiyat, pemerintah kelurahan memiliki keterbatasan anggaran untuk mengembangkan seluruh potensi wilayah. Anggaran kelurahan harus dibagi untuk berbagai kebutuhan masyarakat sehingga diperlukan dukungan OPD dalam mengembangkan potensi yang ada.
Karena itu, kolaborasi lintas OPD dinilai penting agar pengembangan kampung wisata tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor pariwisata dan kebudayaan. Berbagai potensi di tingkat kampung dapat dikembangkan sesuai karakter dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Promosi Kampung Wisata Harus Digencarkan
Selain pengembangan, Sinarbiyat mendorong promosi kampung wisata dilakukan secara berkala. Menurutnya, wisatawan selama ini lebih banyak mengenal destinasi yang telah menjadi ikon Kota Jogja, sementara potensi wisata berbasis kampung belum seluruhnya terangkat.
“Jangan sampai yang terinformasikan ke wisatawan hanya itu-itu saja. Destinasi wisata baru dan kampung-kampung wisata yang memang sudah layak juga harus terus dipromosikan,” katanya.
Promosi yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat memperluas pilihan destinasi bagi wisatawan. Di sisi lain, pengembangan kampung wisata juga perlu memastikan destinasi yang dipromosikan memiliki aktivitas dan potensi yang sesuai dengan informasi yang diterima wisatawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang kewajiban sertifikasi halal 17 Oktober 2026, baru 16 dari 42 SPPG di Kota Jogja tercatat telah memiliki sertifikat halal.
Samsung mencatat perpindahan pengguna iOS ke Galaxy Z Fold8 naik 1,6 kali saat Apple mulai masuk pasar ponsel lipat.
Iran lolos semifinal AVC Men's Volleyball Continental 2026 setelah mengalahkan Chinese Taipei 3-1. Satu tiket tersisa diperebutkan Jepang-India.
Mengusung konsep private villa premium, The Kharma Villas Yogyakarta menghadirkan empat tipe unit dengan pilihan satu hingga tiga kamar tidur.
Tiongkok menargetkan mobil otonom digunakan secara luas pada 2030 dan memperkuat industri kendaraan listrik pintar.
Sesosok jasad lansia asal Piyungan Bantul ditemukan di Sungai Opak Berbah Sleman usai dilaporkan hilang sejak Rabu.