Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak tiga warung di kawasan Pantai Somandeng di Kalurahan Tepus, Tepus, terbakar pada Sabtu (19/8/2023) sekitar pukul 18.30 WIB. Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun dua orang dilaporkan terluka karena berupaya memadamkan api.
BACA JUGA: 6 Titik Kebakaran Terjadi saat Malam Tirakatan
Korban terluka adalah Wijiyono,42, warga Dusun Singkil, Tepus, dan isterinya, Rusmiyati. Hingga Minggu (20/8/2023) pagi, seorang korban masih menjalani rawat inap.
Kapolsek Tepus, Iptu Larso mengatakan, kebakaran bermula saat tabung elpiji kemasan tiga kilogram di warung ngadat. Praktis untuk aktivitas masak memasak menggunakan tungku kayu bakar.
Pada saat bersamaan, korban Wijiyono mencoba memperbaiki tabung gas melon agar kembali berfungsi. Nahasnya, saat menekan pentil pengaman tabung, gas keluar dan menyambar api dari tungku hingga terjadinya ledakan.
Korban sempat berupaya mematikan kobaran dengan menyiram air, namun api malah semakin membesar, hingga akhirnya mengenai kedua kakinya. Melihat suaminya terluka, Rusmiyati berupaya menolong tapi ikut menjadi korban dengan mengalami luka bakar di bagian kaki kiri.
Wijoyono juga sempat meminta bantuan ke temannya Sukiyanto. Saksi pun langsung memanggil bantuan untuk upaya pemadaman lebih lanjut.
“Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Satu korban sudah diperbolehkan pulang, tapi satunya masih menjalani rawat inap hingga sekarang,” kata Larso saat dihubungi Minggu (20/8/2023) pagi.
Selain membakar warung milik korban, api juga sempat merembet ke dua warung di dekatnya. Api dapat dipadamkan sekitar satu jam berselang. Usai mendapatkan laporan, petugas dari Polsek Tepus juga telah menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran.
“Memang ada korban, tapi keduanya selamat. Kerugian ditaksir sebesar Rp26 juta,” katanya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Hanndoko membenarkan adanya kebakaran di kawasan Pantai Somandeng di Kapanewon Tepus. Meski ada korban terluka, namun ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Korban bisa selamat meski ada luka bakar di bagian kaki,” katanya.
Handoko mengakui, sejak awal tahun hingga sekarang sudah ada 48 kebakaran di wilayah Gunungkidul. Untuk penyebabnya bermacam-macam mulai dari kebocoran tabung gas, korsleting listrik hingga aktivitas pembakaran sampah yang merembet ke bangunan rumah atau kandang.
“Kebakaran tidak hanya menimpa bangunan, tapi juga ada karena kebakaran lahan. Total kerugian sudah mencapai Rp2,6 miliar,” katanya.
Dia berharap kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati karena di musim kemarau potensi kebakaran lebih tinggi. Di sisi lain, upaya pemadaman juga lebih sulit karena embusan angin dan ketersediaan air makin menipis.
“Jadi harus selalu hati-hati. Misal saat membakar sampah harus dipastikan mati saat ditinggalkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
DPR meminta Komisi XIII mendalami temuan Ombudsman soal fasilitas berstandar apartemen di Lapas Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
KPK menggeledah Kanwil BPN Jawa Timur terkait kasus dugaan korupsi ATR/BPN yang bermula dari OTT pengurusan HGB PT Summarecon Agung.
MUF bersama Difabelzone memberdayakan 100 difabel di DIY melalui pelatihan membatik selama sebulan untuk mendorong kemandirian ekonomi.