Pembangunan Taman Budaya Sleman Capai 70 Persen, Rampung Juli 2026
Pembangunan Taman Budaya Sleman mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung pada 22 Juli 2026. Total kebutuhan anggaran proyek diperkirakan Rp137,5 miliar.
Ilustrasi fasilitas IPAL./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerinta Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo terus berupaya mengelola sampah dan limbah lain menjadi produk tepat guna atau dapat dimanfaatkan. Melalui instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) Desa Banyuroto, Pemkab mengkonversi limbah tersebut menjadi pupuk.
Kepala UPT Persampahan Kulonprogo, Budi Purwanta, mengatakan bahwa hasil olahan lumpur tinja tersebut diolah menjadi pupuk dan digunakan untuk taman-taman di Kulonprogo.
"Limbah tinjau yang sudah selesai kami olah kami gunakan untuk memberi pupuk tanaman di taman-taman," kata Budi dihubungi, Sabtu (26/8/2023).
Budi menjelaskan terdapat enam tahapan pengolahan lumpur tinja sebelum dapat digunakan sebagai pupuk yaitu lumpur tinjau ditampung di kolam penampung, lalu inhoff tank, kolam aerobik, kemudian kolam pemisah dan pengering lumpur. Setelah itu diolah di kolam maturasi satu dan dua.
BACA JUGA: Daftar dan Alamat Bank Sampah di Kulonprogo
Tegasnya, lumpur tinja yang dapat masuk ke IPLT tersebut hanyalah yang berasal dari truk tinja milik Pemerintah Kabupaten. "Jadi tarif sedot tinja sudah include tarif pengolahan di IPLT yang berasal dari truk Pemkab. Selain itu, kami belum bisa melayani," katanya.
Besaran tarif sedot dan pengolahan tersebut yaitu Rp375.000 per truk atau 4 meter kubik sekali sedot. Dalam sebulan, Pemkab Kulonprogo melalui UPT Persampahan dapat melakukan rata-rata 45 penyedotan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo, Sumarsana, mengatakan dengan adanya IPLT, lumpur tinja dapat diolah menjadi olahan yang lebih kering dan aman bagi lingkungan. Menurut dia truk tinja yang terdaftar di IPLT memiliki memiliki kode respon cepat atau quick-response (QR) code.
"QR Code itu nanti akan dipindai ketika sampai di IPLT. Operator lalu mengisi formulir untuk mengetahui sumber limbah sebelum dilakukan pembuangan," kata Sumarsana.
Sumarsana menambahkan IPLT akan menolak lumpur tinja yang mengandung bahan berhaya dan beracun atau B3. Barulah, setelah proses pembuangan selesai maka akan dilakukan pembayaran retribusi sesuai volume lumpur tinja.
Secara umum, kata dia, lumpur tinja akan dipisah dari padatan dan cairan. Pengolahan cairan terjadi di kolam stabilisasi menggunakan bantuan mikroorganisme. Cairan tersebut akan melewati kolam metland sebelum efluen dibuang ke lingkungan tempat pengolahan padatan.
"Pengolahan padatan yang telah mengering dapat digunakan kembali sebagai pupuk tanaman non pangan pengolahan lumpur tinja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Taman Budaya Sleman mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung pada 22 Juli 2026. Total kebutuhan anggaran proyek diperkirakan Rp137,5 miliar.
Jadwal Angkutan KSPN Jogja 13 Juni 2026 dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 hingga Rp26.000.
ARTJOG 2026 digelar 19 Juni-30 Agustus di JNM Yogyakarta dengan tema ARS LONGA: GENERATIO dan melibatkan 96 seniman lintas generasi.
Kisah inspiratif Agung Sulistyo, mantan satpam ini berhasil meraih gelar doktor dari UMY setelah melalui perjuangan panjang.
Mahasiswa Magister Kebidanan Unisa Yogyakarta mengedukasi anak dan orang tua tentang area privasi tubuh untuk mencegah pelecehan seksual anak.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress 13 Juni 2026 dari Stasiun Tugu ke Bandara YIA. Perjalanan non-stop hanya 35-40 menit dengan tarif Rp50.000.