Pariwisata Sleman Hadapi Tantangan Jalan Tol, DPRD Minta Strategi Baru
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
Ilustrasi fasilitas IPAL./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerinta Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo terus berupaya mengelola sampah dan limbah lain menjadi produk tepat guna atau dapat dimanfaatkan. Melalui instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) Desa Banyuroto, Pemkab mengkonversi limbah tersebut menjadi pupuk.
Kepala UPT Persampahan Kulonprogo, Budi Purwanta, mengatakan bahwa hasil olahan lumpur tinja tersebut diolah menjadi pupuk dan digunakan untuk taman-taman di Kulonprogo.
"Limbah tinjau yang sudah selesai kami olah kami gunakan untuk memberi pupuk tanaman di taman-taman," kata Budi dihubungi, Sabtu (26/8/2023).
Budi menjelaskan terdapat enam tahapan pengolahan lumpur tinja sebelum dapat digunakan sebagai pupuk yaitu lumpur tinjau ditampung di kolam penampung, lalu inhoff tank, kolam aerobik, kemudian kolam pemisah dan pengering lumpur. Setelah itu diolah di kolam maturasi satu dan dua.
BACA JUGA: Daftar dan Alamat Bank Sampah di Kulonprogo
Tegasnya, lumpur tinja yang dapat masuk ke IPLT tersebut hanyalah yang berasal dari truk tinja milik Pemerintah Kabupaten. "Jadi tarif sedot tinja sudah include tarif pengolahan di IPLT yang berasal dari truk Pemkab. Selain itu, kami belum bisa melayani," katanya.
Besaran tarif sedot dan pengolahan tersebut yaitu Rp375.000 per truk atau 4 meter kubik sekali sedot. Dalam sebulan, Pemkab Kulonprogo melalui UPT Persampahan dapat melakukan rata-rata 45 penyedotan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo, Sumarsana, mengatakan dengan adanya IPLT, lumpur tinja dapat diolah menjadi olahan yang lebih kering dan aman bagi lingkungan. Menurut dia truk tinja yang terdaftar di IPLT memiliki memiliki kode respon cepat atau quick-response (QR) code.
"QR Code itu nanti akan dipindai ketika sampai di IPLT. Operator lalu mengisi formulir untuk mengetahui sumber limbah sebelum dilakukan pembuangan," kata Sumarsana.
Sumarsana menambahkan IPLT akan menolak lumpur tinja yang mengandung bahan berhaya dan beracun atau B3. Barulah, setelah proses pembuangan selesai maka akan dilakukan pembayaran retribusi sesuai volume lumpur tinja.
Secara umum, kata dia, lumpur tinja akan dipisah dari padatan dan cairan. Pengolahan cairan terjadi di kolam stabilisasi menggunakan bantuan mikroorganisme. Cairan tersebut akan melewati kolam metland sebelum efluen dibuang ke lingkungan tempat pengolahan padatan.
"Pengolahan padatan yang telah mengering dapat digunakan kembali sebagai pupuk tanaman non pangan pengolahan lumpur tinja," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
ASDP menjelaskan antrean panjang di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk dipicu aksi pengemudi truk. Antrean di sisi Jawa mencapai 8 km.
Hasil Pilur PAW Sleman 2026 di lima kalurahan. Andi Suwarno hingga Totok Jaka Suwarta meraih suara terbanyak.
Dua penembakan di Afrika Selatan menewaskan 27 orang, masing-masing di dekat Johannesburg dan kawasan pinggiran Cape Town.
Aldila Sutjiadi/Erin Routliffe menjuarai WTA 500 Singapore Open 2026 setelah mengalahkan pasangan China Tang Qianhui/Xu Yifan.
Leo Rolly Carnando tumbuh di pinggiran Klaten. Dari raket kecil dan latihan bersama ayah, dia kini tampil di panggung bulu tangkis dunia.