Advertisement
Ingatkan Terkait Jogja 5 Besar Penyalahgunaan Narkoba, Kepala BNNP DIY Beri Kuliah Umum di Stimaryo
Kepala BNNP DIY Brigjen Pol Andi Fairan saat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—BNNP DIY menyasar kalangan mahasiswa untuk menjadi sasaran pencegahan dalam rangka perang melawan narkoba di Jogja. Kepala BNNP DIY terjun langsung memberikan kuliah umum di Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta (Stimaryo) dalam rangkaian kegiatan orientasi akademik, Selasa (5/9/2023).
Narkoba menjadi salah satu ancaman di Jogja seiring dengan banyaknya mahasiswa. Berdasarkan survei narkoba BNN-LIPI 2019, Jogja masuk dalam lima besar provinsi dengan prevalensi tertinggi kategori pemakaian narkoba sebanyak 2.30% setara dengan penyalahguna narkoba sebanyak 18.082. Oleh karena itu BNNP DIY terus menyasar kalangan perguruan tinggi untuk menangani persoalan tersebut.
Advertisement
BACA JUGA : Polresta Jogja Menangkap Puluhan Orang Terkait Narkoba
“Kalau jelas berkomitmen untuk menjadi kampus bersih narkoba dan dalam acara orientasi akademik ini, sehingga dalam orientasi akademi yang kami gelar kami hadirkan langsun Kepala BNNP DIY untuk memberikan kuliah bahaya narkoba kepada para taruna baru,” kata Ketua Stimaryo Wegig Pratama dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/9/2023).
Dalam kesempatan itu, kedua instansi tersebut berkomitmen untuk berperang melawan narkoba dengan menandatangani Memorandum of Understanding tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Kemudian di kampus tersebut juga dibentuk langsung Satgas Anti Narkoba.
BACA JUGA : BNN Sebut 19 Kawasan Jogja Rawan Peredaran Narkotika
Kepala BNNP DIY Brigjen Pol Andi Fairan mengingatkan tingginya pengguna narkoba di wilayah DIY disebabkan oleh sejumlah faktor. Mulai dari keanekaragaman latar belakang penduduk DIY, selain itu adanya bandara internasional yang memudahkan orang asing untuk masuk dan keluar. Di sisi laim, Jogja merupakan salah satu kota favorit tujuan wisata dan pendidikan turut memberikan andil menjadi sasaran peredaran gelap narkoba.
Ia mengapresiasi kesadaran kampus yang menjadi narkotika sebagai isu utama pemberantasan narkoba dan membentengi mahasiswa dari persoalan tersebut. “Untuk mencegah semakin maraknya penyalahgunaan narkoba, BNN menempuh empat macam approach yaitu pencegahan, pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi, pemberantasan, IT development and analysis dan kerja sama baik domestik, regional dan internasional,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penggeledahan Rumah Politikus Jabar Buka Babak Baru Kasus Bekasi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo 1 April 2026, Pagi hingga Malam
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 1 April 2026
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Dari Kelompok Tani, Sekar Arum Ubah Sampah Jadi Prestasi di Jogja
- Rumah Duka Dipenuhi Karangan Bunga, Pemulangan Praka Farizal Disiapkan
Advertisement
Advertisement








