B50 Dinilai Bisa Kurangi Impor Energi, ITB Soroti Ketahanan Nasional
Pakar ITB menyebut penerapan biodiesel B50 dapat mengurangi impor energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah krisis geopolitik.
Pertanian - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Petani di tiga kapanewon di Gunungkidul didorong melalukan budi daya bawang merah seluas 50 hektare dengan penggunaan bibit bawang merah dari biji. Mereka didampingi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul.
Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Adinoto di Gunungkidul, Jumat, mengatakan saat ini, pengembangan bawang merah asal biji dikembangkan di Kapanewon Kapanewon Semin seluas 30 hektare, Ngawen dan Semanu masing-masing 10 hektare.
"Saat ini, lahan 50 hektare tersebut sudah ditanami bawang merah. Petugas penyuluh lapangan selalu memantau tanaman bawang merah dari bibit biji supaya berkembang baik," kata Adinoto, Jumat (8/9/2023).
Ia mengatakan DPP sangat mendukung kegiatan pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan budi daya bawang merah, juga penggunaan bibit bawang merah asal biji. "Kami berharap petani memanfaatkan pekarangan dan ladang ditanami bawang merah dengan catatan ada air untuk mengairi lahan," katanya.
Adinoto mengatakan gangguan hama penyakit untuk bawang merah asal biji ternyata sedikit sehingga petani bisa panen. "Hasilnya juga sangat memuaskan dan gangguan hama penyakit juga sedikit," katanya.
BACA JUGA: Dinamika Pemilu 2024, Relawan Milenial Ganjar Mengalihkan Dukungan ke Prabowo
Salah satu petani Nglipar, Gunungkidul, Sudomo mengatakan dirinya menanam bawang merah miliknya seluas 550 meter persegi ditanam di pekarangan halaman rumahnya, sehingga dirinya tidak harus pergi jauh untuk berladang.
Saat ditemui di rumahnya bersamaan dengan pedagang bawang merah yang akan membeli hasil panennya. Bawang merah seluas 550 meter persegi telah ditawar seharga Rp12 juta, jumlah uang yang tidak sedikit baginya, apalagi perawatannya hanya di halaman rumahnya.
"Selama ini pekarangan rumahnya setelah tanam padi dibiarkan kosong paling hanya untuk persediaan rumput pakan padahal tersedia air yang mencukupi," katanya.
Dia mengatakan menanam bawang merah asal biji karena modal yang harus disediakan lebih murah dibanding asal umbi. Bawang merah dia tanam pada awal Juli dengan bibit asal biji yang sudah umur 35 hari.
Saat ini sudah umur tanam 80 hari di lahan, seminggu lagi akan panen dan sudah didatangi pedagang bawang merah dengan penawaran total Rp12 juta karena harga bawang merah saat ini tidak sebaik saat hari raya kemarin. "Ke depan, saya akan menanami pekarangan seluruhnya dengan bawang merah asal biji setelah panen padi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pakar ITB menyebut penerapan biodiesel B50 dapat mengurangi impor energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah krisis geopolitik.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.