Advertisement
Petani di 3 Kapanewon di Gunungkidul Didorong Budi Daya Bawang Merah dari Biji
Pertanian / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Petani di tiga kapanewon di Gunungkidul didorong melalukan budi daya bawang merah seluas 50 hektare dengan penggunaan bibit bawang merah dari biji. Mereka didampingi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul.
Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Adinoto di Gunungkidul, Jumat, mengatakan saat ini, pengembangan bawang merah asal biji dikembangkan di Kapanewon Kapanewon Semin seluas 30 hektare, Ngawen dan Semanu masing-masing 10 hektare.
Advertisement
"Saat ini, lahan 50 hektare tersebut sudah ditanami bawang merah. Petugas penyuluh lapangan selalu memantau tanaman bawang merah dari bibit biji supaya berkembang baik," kata Adinoto, Jumat (8/9/2023).
Ia mengatakan DPP sangat mendukung kegiatan pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan budi daya bawang merah, juga penggunaan bibit bawang merah asal biji. "Kami berharap petani memanfaatkan pekarangan dan ladang ditanami bawang merah dengan catatan ada air untuk mengairi lahan," katanya.
Adinoto mengatakan gangguan hama penyakit untuk bawang merah asal biji ternyata sedikit sehingga petani bisa panen. "Hasilnya juga sangat memuaskan dan gangguan hama penyakit juga sedikit," katanya.
BACA JUGA: Dinamika Pemilu 2024, Relawan Milenial Ganjar Mengalihkan Dukungan ke Prabowo
Salah satu petani Nglipar, Gunungkidul, Sudomo mengatakan dirinya menanam bawang merah miliknya seluas 550 meter persegi ditanam di pekarangan halaman rumahnya, sehingga dirinya tidak harus pergi jauh untuk berladang.
Saat ditemui di rumahnya bersamaan dengan pedagang bawang merah yang akan membeli hasil panennya. Bawang merah seluas 550 meter persegi telah ditawar seharga Rp12 juta, jumlah uang yang tidak sedikit baginya, apalagi perawatannya hanya di halaman rumahnya.
"Selama ini pekarangan rumahnya setelah tanam padi dibiarkan kosong paling hanya untuk persediaan rumput pakan padahal tersedia air yang mencukupi," katanya.
Dia mengatakan menanam bawang merah asal biji karena modal yang harus disediakan lebih murah dibanding asal umbi. Bawang merah dia tanam pada awal Juli dengan bibit asal biji yang sudah umur 35 hari.
Saat ini sudah umur tanam 80 hari di lahan, seminggu lagi akan panen dan sudah didatangi pedagang bawang merah dengan penawaran total Rp12 juta karena harga bawang merah saat ini tidak sebaik saat hari raya kemarin. "Ke depan, saya akan menanami pekarangan seluruhnya dengan bawang merah asal biji setelah panen padi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement






