Gen Z, AI, dan Pemangkasan Anggaran Perpusnas Jadi Tantangan Literasi
Pemangkasan anggaran Perpusnas 2026 dan perkembangan AI dinilai UMY menjadi tantangan besar bagi budaya membaca dan literasi masyarakat.
Foto ilustrasi pementasan seni budaya. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan Kalurahan dan Kalurahan Budaya di Bantul dan Kota Jogja akan menampilkan pentas seni budaya di Lapangan Kalurahan Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul pada 19-20 September 2023 mendatang. Kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan DIY bertajuk Gumregah Tumandang Gawe ini akan menjadi hiburan bagi masyarakat serta memberikan ruang kepada para pelaku seni budaya di setiap kalurahan.
Ketua Panitia Kegiatan Gumregah Tumandang Gawe Vincent Kristiadi menjelaskan kegiatan ini akan menampikan berbagai potensi seni dan budaya serta produk UMKM dari 22 kalurahan dan Kelurahan Budaya yang ada di Bantul dan Kota Jogja.
BACA JUGA : Mahasiswa AKN Seni Budaya Pentaskan Kesenian di Bali
“Pada pembukaan nanti akan ditampilkan langgam Jawa dan pameran potensi setiap kalurahan perwakilan dari Bantul dan Kota Jogja,” kata Vincent dalam rilisnya, Jumat (15/9/2023).
Ia menambahkan setiap kelurahan akan menampilkan karya seni budaya dan spirit kebersamaan yang siap dikompetisikan melalui tampilan masing-masing. Sejumlah kalurahan telah bersiap dengan pementasan terbaiknya, mulai dari Wayang Wong, Jathilan, Dramatari, Upacara Adat Sendang Sinungmaya, sandiwara Bahasa Jawa dan lain-lain.
“Potensi seni tersebut sebagian besar tetap lestari di kalurahan masing-masing, ada kelompoknya yang nguri-uri,” ujarnya.
Adapun perwakilan Kelurahan di Kota Jogja yang tampil di perhelatan itu antara lain Terban, Kricak, dan Gedongkiwo. Sedangkan di Bantul terdiri atas Srimulyo, Panggungharjo, Bangunjiwo, Sabdodadi, Argodadi, Sendangsari, Dlingo, Muntuk, Srigading, Mulyodadi, Trimurti, Gilangharjo, Seloharjo, Selopamioro, Sriharjo, Girirejo, Parangtritis Triwidadi dan Sitimulyo.
BACA JUGA : Nandur Srawung X Apresiasi Bagi Seniman yang Berjasa
“Kota Jogja dan Bantul ini memiliki potensi seni dan budaya yang beragam. Penampilannya tidak hanya potensi di bidang kesenian tapi potensi budaya seperti upacara adat, kuliner, kerajinan, sastra dan bangunan cagar budaya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemangkasan anggaran Perpusnas 2026 dan perkembangan AI dinilai UMY menjadi tantangan besar bagi budaya membaca dan literasi masyarakat.
UAD melantik dekan baru untuk periode kepemimpinan berikutnya guna memperkuat transformasi kampus dan menghadapi akreditasi institusi 2027.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero)Tbk (BSI) bersama Danantara Indonesia mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan dengan membangun ekosistem pemberdayaan UMKM
BMKG mengimbau petani menyesuaikan pola tanam dan memilih varietas tahan kering untuk mengurangi risiko gagal panen akibat El Nino.
Warga Desa Kahuman, Klaten, menggelar Sendratari Manusuk Sima untuk mengangkat sejarah Upit, permukiman kuno yang telah berusia 1.160 tahun.
BMKG memprakirakan gelombang laut di perairan selatan Bali mencapai 6 meter pada 5-8 Agustus 2026 akibat aktifnya monsun Australia.