Terlibat Narkoba, Kasatnarkoba Polres Tangsel Ditangkap
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengoptimalkan produk makanan sebagai komoditas ekspor alternatif.
Peluang ini dilakukan seiring masih lesunya perekonomian Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa sebagai negara tujuan ekspor utama. "Untuk 'food' ini potensinya luar biasa untuk ekspor," kata Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti, Kamis (21/9/2023)
Dijelaskan Syam, produk makanan bisa menjadi andalan DIY setelah beberapa produk ekspor lain seperti kerajinan kayu, hingga kulit mengalami penurunan terdampak gejolak ekonomi di AS dan Eropa. "Produk makanan, memiliki peluang untuk diekspor ke Timur Tengah, khusunya Arab Saudi," tambahnya.
Terkait potensi itu, Disperindag DIY bakal berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI (KBRI) di sejumlah negara kawasan Timur Tengah untuk mempertemukan 'buyer-buyer' potensial termasuk yang ada di Arab Saudi dengan industri kecil menengah (IKM) DIY.
BACA JUGA: BPS DIY Catat Ekspor Turun dan Impor Naik di Juli 2023
"Untuk yang Arab Saudi memang masih kita godog. Mudah-mudahan bisa gol karena misi dagang kita untuk 'food'," kata dia.
Meski begitu, Syam mengakui ekspor produk makanan masih terkendala skala produksi masing-masing pelaku usaha.
"Usaha yang di UMKM kan kecil-kecil sehingga kita susah untuk mempromosikan kalau mereka tidak bersatu dengan standar kualitas yang sama, ini 'PR' bagi kita," ujar dia.
Akumulasi nilai ekspor DIY sejak Januari hingga Juni 2023 mencapai 232,7 juta dolar AS atau turun 24,3 persen dibanding periode yang sama pada 2022.
Dibanding periode yang sama tahun 2022, menurut dia, kerajinan kayu turun 26 persen, kerajinan berbahan kulit turun 24 persen, pakaian jadi bukan rajutan 17 persen, minyak atsiri 13 persen.
BACA JUGA: Ekspor Komoditas Pertanian Senilai Rp12,45 Triliun Dilepas ke 176 Negara
Selain ke Timur Tengah, menurut dia, negara alternatif tujuan ekspor IKM DIY yang saat ini direkomendasikan Disperindag DIY antara lain negara-negara Asia Tenggara, Australia, serta Afrika.
"Asia itu juga masih bagus perekonomiannya, di Australia dan Afrika juga masih potensial tetapi ini tergantung produk yang mau diekspor apa," tutur Syam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.
JLR mengonfirmasi Land Rover Discovery Sport akan berhenti diproduksi pada Desember 2026 setelah 11 tahun beredar. Regulasi baru Uni Eropa dan penurunan penjual
Elon Musk mengaku terlalu jauh terjun ke dunia politik saat memimpin DOGE. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara terbaru bersama The Economist.
WhatsApp Web tidak bisa dibuka, gagal login, atau pesan tidak terkirim? Simak tujuh cara mudah mengatasi WhatsApp Web error agar kembali normal.
Lima wakil Indonesia memulai perjuangan di Taipei Open 2026. Sorotan tertuju pada debut pasangan baru Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu di sektor ganda cam
Agnez Mo perkenalkan pencak silat dan karambit di Reacher Season 4 sebagai promosi budaya Indonesia. Bangga! Simak kisah di balik adegan laga.