Hasil Pertanian Wadas Menurun, Project Multatuli Soroti Dampaknya
Hasil pertanian Wadas menurun sejak penambangan Bendungan Bener. Project Multatuli menilai perubahan lingkungan turut mengubah pola hidup warga
Ilustrasi salah satu tempat wisata di perbukitan Menoreh, Kulonprogo./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemanfaatan teknologi informasi (TI) penting dimaksimalkan untuk mengembangkan kawasan Utara Kulonprogo yang konturnya didominasi perbukitan.
Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo, Nur Eny Rahayu mengatakan bahwa pengembangan wilayah Utara Kulonprogo perlu menyeimbangkan antara infrastruktur fisik dan nonfisik. Unsur fisik bisa dapat berupa jalan, sedangkan nonfisik bisa berupa pemanfaatan TI.
“Terkait dengan infrastruktur nonfisik seperti TI itu menurut saya harus dipaksakan [dibangun]. Itu hal yang sudah pasti, niscaya. Kulonprogo kan ketinggalan banyak kalau tidak didorong ke arah situ [penggunaan TI untuk pengembangan wilayah],” kata Eny dihubungi, Kamis (7/9/2023).
Eny menambahkan bahwa penggunaan TI akan sangat cocok jika dipegang oleh generasi muda. Menurut dia, generasi muda dapat melakukan kolaborasi dengan tokoh-tokoh masyarakat yang notabe memiliki pengalaman mumpuni.
BACA JUGA: Kulonprogo Akan Menggelar Festival Kopi Menoreh, Catat Tanggal dan Tempatnya
Sementara berkaitan dengan pariwisata, Eny menegaskan perlu adanya inovasi dan terobosan mengenai penggunaan TI. Dia memberi contoh ketika seorang wisatawan atau pendatang singgah di Kulonprogo dapat diberikan informasi mengenai daftar destinasi wisata melalui notifikasi yang muncul di ponsel.
“Kulonprogo kan punya YIA [Yogyakarta International Airport]. Nah, orang yang datang di Kulonprogo itu nanti kalau bisa ada notifikasi mengenai destinasi yang bisa dikunjungi dan informasi lain mengenai kegiatan yang dapat dilakukan,” katanya.
Terangnya, informasi melalui notifikasi ponsel tersebut akan menahan pendatang untuk meluangkan waktu lebih lama atau length of stay dengan mengunjungi destinasi wisata. Hal ini menurut Eny berkaitan dengan hotel-hotel di Kulonprogo yang mulai tumbuh. “Kalau promosi lewat TI kalah masif dengan daerah lain, ya Kulonprogo gigit jari [ketinggalan]. Ini tantangan. Jadi seperti apa promosi yang bisa mengena,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil pertanian Wadas menurun sejak penambangan Bendungan Bener. Project Multatuli menilai perubahan lingkungan turut mengubah pola hidup warga
Sumur minyak tradisional di Aceh Timur meledak. Api masih berkobar, petugas lakukan pemadaman dan pengamanan lokasi.
Prediksi Brasil vs Norwegia di 16 besar Piala Dunia 2026. Haaland jadi ancaman, Selecao tetap diunggulkan.
AI diprediksi menggeser 92 juta pekerjaan hingga 2030. Ini 8 profesi paling rentan terdampak otomatisasi.
Pemkab Sleman genjot Beasiswa Sleman Pintar untuk wujudkan satu sarjana per keluarga miskin dan putus rantai kemiskinan.
JNE jadi Official Logistics Partner Prambanan Jazz 2026, memastikan distribusi teknis konser berjalan lancar dan tanpa hambatan.