Pemkab Sleman Lengkapi Syarat Revitalisasi Stadion Tridadi ke Pusat
Pemkab Sleman masih melengkapi syarat administrasi revitalisasi Stadion Tridadi, termasuk legalitas lahan, sebelum diajukan ke Pemerintah Pusat.
Sejumlah peserta antusias mengikuti lomba menyeduh kopi dalam acara Pesta Kopi Kulonprogo yang diselenggarakan di lapangan basket kompleks Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Wates, Pengasih, Minggu (11/11/2018)./Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulonprogo akan menggelar puncak Festival Kopi Menoreh di Rest Area Kembang Tebu, Jatimulyo, Girimulyo pada Sabtu (23/9/2023). Festival tersebut menjadi wujud dukungan DPP bagi pelaku agribisnis kopi di Kulonprogo.
Kepala Bidang Perkebunan DPP Kulonprogo, Heni Hernawati, mengatakan bahwa selain sebagai dukungan pengelolaan kopi dari on-farm ke off-farm atau hulu ke hilir, festival tersebut juga menjadi sarana komunikasi dan koordinasi pengusaha kopi.
“Kopi milik Kulonprogo yang namanya Kopi Menoreh juga bisa dikenalkan lewat festival itu. Dukungan kami yang lain juga ada berbentuk saprodi [sarana produksi pertanian],” kata Heni dihubungi, Sabtu (16/9/2023).
Dari on-farm, DPP memberikan bantuan saprodi, sementara off-farm ada bantuan dari APBN berupa alat pengolah dan pemasaran kopi. Tahun 2023, terdapat tujuh kelompok yang mendapat bibit dan saprodi dengan rincian dana enam kelompok dari Dana Keistimewaan dan satu kelompok dari APBD. Kemudian, off-farm hanya ada satu kelompok yang mendapat peralatan seperti alat roasting sampai timbangan. “Kalau yang off-farm yang dapat Taruna Tani Asta Brata di Kalinongko, Pagerharjo,” katanya.
BACA JUGA: Perbaikan Jembatan Glagah Rampung Desembar, Motor dan Sepeda Dilewatkan Jembatan Ini
Sampai saat ini, setidaknya DPP Kulonprogo mencatat ada 3.500 KK atau petani kopi yang tersebar di lima kapanewon yaitu Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, Kokap, dan sedikit Pengasih. Petani kopi tersebut dalam berkegiatan bernaung di Kelompok Tani (KT) Pembudidaya Kopi setempat.
Heni berharap petani pembudidaya kopi memiliki motivasi untuk menata kebun sehingga ada keberlanjutan lahan. Dengan begitu tanaman kopi dapat direhabilitasi dan produktivitas didongkrak.
“Peningkatan skill juga kami harapkan dari pelaku kopi Kulonprogo. Di festival kan ketemu pelaku kopi lain. Pasarnya jadi lebih terbuka,” ucapnya.
Heni juga mengaku terdapat beberapa kendala yang ditemui dalam upaya mengembangkan kopi di Kulonprogo. Menurut dia, masih banyak petani yang belum memiliki komitmen dan fokus terhadap pengembangan kopi.
“Petani di Kulonprogo itu punya pola pikir bahwa semua tanaman harus ditanam atau tidak punya tanaman prioritas. Kalau semua tanaman ditanam di satu lahan jadi tidak optimal. Antartanaman yang berbeda akan bersaing. Produksi kopi jadi tidak maksimal,” lanjutnya.
Tegas dia, perlu adanya penataaan kebun dengan tanaman prioritas. Dengan begitu produktivitas tanaman seperti kopi dapat dicapai secara optimal.
Sementara itu, Lurah Pagerharjo, Widayat, mengaku pihaknya memang mendapat bantuan alat pengolah kopi yang terdiri dari beberapa jenis.
“Kami dapat pulper dan huler, sama alat-alat barista penyaji, expreso. Di Pagerharjo memang banyak petani kopi. Sekarang juga terus mengembangkan,” kata Widayat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman masih melengkapi syarat administrasi revitalisasi Stadion Tridadi, termasuk legalitas lahan, sebelum diajukan ke Pemerintah Pusat.
Mercedes menolak menerapkan team order menjelang GP Hungaria 2026 saat Kimi Antonelli memimpin klasemen dan Ferrari mulai memberi tekanan.
LPKA Kelas II Jogja memastikan seluruh anak binaan tetap memperoleh hak pendidikan. Sebanyak tujuh anak juga menerima pengurangan masa pidana.
Kejagung menerbitkan sprindik baru kasus dugaan TPPU dan menjadwalkan pemanggilan ulang Febrie Adriansyah serta NH pada 24 Juli 2026.
FIFA merilis Tim Terbaik Piala Dunia 2026. Spanyol dan Prancis mendominasi, sementara Messi, Mbappe, dan Haaland mengisi lini depan.
PAD pariwisata Sleman mencapai Rp203,98 miliar pada Semester I 2026. Prambanan Jazz dan Mandiri Jogja Marathon menjadi salah satu pendorong kenaikan.