25 KK Transmigran Sleman di Arongo Minta Kepastian Hak Lahan
Bupati Sleman dan Konawe Selatan bahas solusi transmigran Arongo. 25 KK asal Sleman minta kepastian hak lahan.
Pekerja merapikan lantai jembatan bambu di Glagah, Kulonprogo, Jumat (15/9/2023)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Jembatan Glagah yang menjadi jalur alternatif di wilayah Selatan Kulonprogo sedang diperbaiki dan ditargetkan selesai pada Desember 2023. Sebagai gantinya, akses kendaraan bermotor roda dua dan pejalan kaki dialihkan ke jembatan bambu yang dibangun di sisi Selatan jembatan tersebut.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJN 1.1 Provinsi DIY, Ersy Perdhana, mengatakan bahwa jembatan bambu tersebut sudah selesai dibangun. “Tinggal tahap finishing saja. Rencananya nanti kami pasang lampu lalu Senin kami buka. Rencananya begitu,” kata Ersy dihubungi, Jumat (15/9/2023).
Salah satu pekerja, Nur Fajar, mengaku pembangunan baru dimulai pada Selasa (5/9/2023). Target pengerjaan selama 14 hari. Dengan begitu, setidaknya jembatan bambu tersebut dapat digunakan pada Senin (18/9/2023).
Bambu yang digunakan untuk membangun jembatan mencapai 1.000 potong bambu asal Purbalingga. Fajar menyebutnya bambu tali. Pengerjaan sebenarnya sudah dimulai di Purbalingga dengan membuat anyaman bambu.
Anyaman bambu tersebut digunakan sebagai alas dan pengaman jembatan. Sedangkan bambu untuk struktur seperti tiang pancang dikerjakan di tempat. Salah satu kendala yang dihadapi pekerja adalah lumpur.
“Kedalaman lumpurnya bisa sampai dua meteran. Itu bambunya sudah kami palu sampai mentok. Kalau menghitung dari permukaan air ya total ada lima meter bagian bambu yang masuk,” kata Fajar.
Jembatan tersebut juga sudah diuji coba dengan dilewati sepeda motor dengan beban tiga orang dewasa. Menurut Fajar, jembatan tersebut dapat dilewati kendaraan dengan beban sekitar 300 kilogram. Nantinya, jembatan bambu itu akan menggunakan sistem buka-tutup dengan penjaga di kedua ujung jembatan.
“Yang garap jembatan bambu ini ada enam orang. Paketan dengan pekerja Jembatan Glagah. Setelah Jembatan Glagah selesai kami tidak tahu apakah jembatan ini akan dibongkar atau tidak,” katanya.
Jembatan bambu tersebut juga akan dilengkapi sekitar enam lampu sebagai penerangan agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas. “Empat hari lagi semoga selesai. Sebenarnya untuk setting pengaman jembatan cepat tapi nanti di kedua ujung kan mau dicor untuk mengunci. Nah itu kan perlu menunggu kering juga,” ucapnya.
Lebih jauh, Fajar mengaku jembatan sementara tersebut dapat bertahan sekitar satu tahun dengan asumsi intensitas volume kendaraan yang tinggi. Gesekan roda motor dengan bambu akan memengaruhi lapisan bambu atau lantai jembatan.
Sementara itu, Inspektor Lapangan Konsultan Supervisi Proyek Jembatan Glagah, Nur Sugiyanto, mengatakan bahwa saat ini para pekerja masih melakukan pematchingan bawah Jembatan Glagah.
“Jembatan Glagah itu sekarang masih pe-matching-an. Kalau sudah selesai penguatan bagian bawah baru dibongkar lantainya. Dengan begitu semua kendaraan kami alihkan di jembatan bambu ini,” kata Sugiyanto.
Sugiyanto menambahkan jalan berpasir menuju jembatan bambu juga akan dikeraskan. Dengan begitu roda motor tidak akan tenggelam dalam pasir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman dan Konawe Selatan bahas solusi transmigran Arongo. 25 KK asal Sleman minta kepastian hak lahan.
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan
Trump dan Xi Jinping sepakat stabilkan hubungan AS-China, termasuk pembelian 200 pesawat Boeing dan kerja sama perdagangan strategis.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik