Advertisement
Tak Perlu Pusing Saat Sakit, Ada BPJS Kesehatan
Eryanto Dwi Nugroho - Harian Jogja/Jumali
Advertisement
SLEMAN—Layanan kesehatan dari pemerintah dalam bentuk Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Kemudahan layanan sejak mendaftar diri jadi peserta hingga mengakses layanan di fasilitas kesehatan. Salah satunya dirasakan oleh Eryanto Dwi Nugroho, Sinduharjo, Ngaglik.
Pria berusia 58 tahun tersebut selalu memanfaatkan kartu BPJS Kesehatan untuk berobat. Selama mengakses layanan tersebut dia mengaku belum pernah mendapatkan pengalaman buruk seperti yang sering orang lain perbincangkan.
Advertisement
"Kebetulan saya punya hipertensi dan harus sebulan sekali menjalani perawatan. Dan, selama ini, keberadaan BPJS Kesehatan sangat bermanfaat. Saya dilayani dengan baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL), layanan peserta juga dipermudah, dan tidak perlu membawa fotokopi berkas lagi," kata Eryanto.
Selain dirinya, Eryanto mengungkapkan jika pengalaman dan dilayani dengan baik juga dirasakan saat dirinya membawa orang tuanya yang telah berusia lanjut untuk menjalani perawatan. Di mana saat itu, orang tua dari Eryanto berusia 85 tahun mengalami sakit dan harus dirawat di RS Mitra Paramedika, saat ditemui Selasa (26/9/2023).
BACA JUGA: Dengan BPJS Kesehatan, Kuret dan Persalinan Lancar
"Langsung ada tindakan. Dan, semua tercover dijamin oleh BPJS Kesehatan, tidak ada iur biaya. Asal sesuai prosedur saja, karena sekarang layanan yang diberikan BPJS Kesehatan sangat mudah, cepat dan setara," lanjutnya.
Tak hanya itu, Eryanto yang aktif di bidang sosial juga sering mengantarkan warga sekitarnya yang kurang mampu untuk berobat ke rumah sakit. Eryanto tidak segan memotivasi dan mencarikan bantuan agar warga tidak mampu dan tidak terdaftar oleh pemerintah daerah bisa mendapatkan pelayanan kesehatan saat sakit.
"Termasuk kami bantu daftarkan menjadi peserta JKN. Kami carikan pendanaan dan bayari mereka yang tidak mampu untuk masuk menjadi peserta JKN," jelasnya.
Hasilnya, sejauh ini, Eryanto mengaku jika orang yang dibantu pihaknya dilayani dengan baik saat menggunakan jaminan JKN di fasilitas kesehatan. Sebab, tidak ada perbedaan pelayanan antara pasien reguler dengan peserta JKN, semua dilayani dengan sama.
"Di puskesmas maupun di rumah sakit tidak ada perbedaan layanan yang diberikan. Saya dan warga yang kami bantu juga sudah akrab dengan layanan BPJS Kesehatan," kata Eryanto.
Lebih lanjut Eryano mengatakan, memilih BPJS Kesehatan sebagai asuransi kesehatannya bersama keluarga dan warga di sekitarnya karena paling ramah di kantong. Dengan iuran yang terjangkau, layanan kesehatan bisa diakses dan benar-benar gratis tidak ada tambahan biaya apapun. Ditambah lagi saat ini layanan makin dipermudah dengan adanya Aplikasi Mobile JKN. Semua cukup dalam satu genggaman.
"Tidak perlu khawatir harus antre saat hendak berobat. Sebab, setelah mendaftar menggunakan Aplikasi Mobile JKN, saya dapat mengestimasi waktu kapan saya akan datang ke FKTP maupun ke FKRTL. Jadi tidak perlu menunggu lama lagi berjam-jam,” terang Eryanto.
Tidak hanya itu, Eryanto pun merasakan kemudahan untuk dapat berkomunikasi dengan dokter di FKTP tempat peserta terdaftar melalui menu konsultasi pada Aplikasi Mobile JKN terutama bagi peserta yang jarang memanfaatkan Program JKN. Bisa konsultasi kesehatan secara gratis.
“Sudah beberapa kali saya konsultasi ke dokter di FKTP melalui konsultasi online, dan selalu di respon cepat oleh dokter. Dokter juga membalas nya dengan detail. Sekarang semuanya makin dipermudah dengan kecanggihan teknologi yang dibuat oleh BPJS Kesehatan,” ungkap Eryanto.
Ia berharap agar Program JKN dari BPJS Kesehatan terus ada. Agar kesulitan berobat tidak menjadi penyakit tambahan bagi masyarakat. Sebab, rasa tenang akan didapatkan dan yang pasti jaminan kesehatan jika sakit sudah tersedia. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
AS Blokir Hasil Penjualan Minyak Venezuela Lewat Rekening Khusus
Advertisement
Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026
Advertisement
Berita Populer
- Pemkot Jogja Genjot Emberisasi Sampah Organik hingga 27,5 Ton per Hari
- Nyeri Neuropatik Kian Mengintai, Guru Besar UKDW Ungkap Faktanya
- Satpol PP Bantul Tertibkan Reklame Ilegal di Titik Strategis
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 28 Januari 2026 Pagi sampai Malam
- Harga Daging Sapi di Sleman Terkendali, Pasokan Dipastikan Aman
Advertisement
Advertisement



