Jalan Tembus Ngawen-Gedangsari Rusak, Warga Minta Diperbaiki
Warga di Kalurahan Jurangjero, Ngawen mengeluhkan rusaknya akses jalan tembus menuju Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari dan meminta dilakukan perbaikan ke pemkab.
Ilustrasi Keracunan - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul belum bisa memastikan penyebab kematian NAA,10, asal Kalurahan Jerukwudel, Girisubo yang dinyatakan meninggal dunia pada 20 September 2023 lalu. Hingga sekarang hasil uji laboratorium dari sampel yang sudah diambil belum keluar.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, hingga sekarang hasil tes laboratorium terhadap sampel yang telah diambil belum keluar. Oleh karennya, belum ada kepastian terkait dengan penyebab kematian NAA.
“Kami masih menunggu karena hasil tes dari laboratorium belum keluar,” kata Dewi saat dihubungi wartawan, Kamis (5/10/2023).
Menurut dia, untuk meneliti kuman yang ada pada makanan harus ditunggu. Dewi pun menganalogikan proses pengecekan seperti menanam pohon, sehingga saat tumbuh baru diketahui kumannya. “Jadi memang belum ada hasilnya,” kata Dewi lagi.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Puskesmas Girisubo, Pujianta. Hingga hampir tiga minggu setelah kejadian, pihaknya belum menerima hasil uji laboratorium. “Masih menunggu,” katanya.
BACA JUGA: Begini Aneka Jeritan Seller Seusai TikTok Shop Ditutup
Pada kasus dugaan keracunan masalah setelah mengkonsumsi hidangan dalam acara di Balai Kalurahan Jerukwudel pada 19 September 2023, ada sekitar 20 warga yang mengalami gejala keracunan. Adapun gejalannya bervariasi mulai dari muntah-muntah, sakit perut, diare hingga pusing.
Salah satu korban NAA, anak gadis berusia 10 tahun. Setelah mengkonsumsi makanan ini mengalami sakit perut. Oleh keluarga hanya diolesi dengan minyak herbal.
Pada Rabu (20/9/2023), korban kembali mengeluhkan sakit sehingga dibawa ke Puskesmas Girisubo, Gunungkidul. Dikarenakan kondisinya makin memburuk, oleh petugas puskesmas dirujuk ke rumah sakit di Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri.
Nahasnya setelah sampai di rumah sakit dan diperiksa oleh tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia. “Untuk para korban yang lain sudah sembuh. Sebab dari delapan korban yang kami berikan rawat jalan sudah sembuh semuanya,” kata Puji.
Sebelumnya, Beni All England ayah NAA mengaku tidak akan memperpanjang permasalahan. Dia meminta informasi terkait kabar makanan tidak disangkutpautkan dengan kematian anak pertamanya itu. “Jadi murni karena anak saya umurnya nyampai segitu. Kalau soal makanan dan lain-lain saya tidak mau jadi permasalahan lebih lanjut,” kata Beni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga di Kalurahan Jurangjero, Ngawen mengeluhkan rusaknya akses jalan tembus menuju Kalurahan Tegalrejo, Gedangsari dan meminta dilakukan perbaikan ke pemkab.
BMKG mengungkap dampak Siklon Tropis Bavi yang memicu potensi hujan lebat di Indonesia. Simak wilayah terdampak dan peringatannya.
KPK menangkap Bupati Sukoharjo bersama empat orang dalam OTT di Solo Raya. Status hukum akan ditentukan dalam 1x24 jam.
Peluncuran B50 disambut positif pengguna jalan. Warga berharap BBM lebih murah, ramah lingkungan, dan stok stabil.
KPK menangkap Bupati Sukoharjo dalam OTT terkait dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah. Status segera ditentukan.
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas sejauh 2 km pada 10 Juli 2026. Warga diminta menjauhi zona bahaya dan alur sungai.