BGN Beri Tenggat 10 Agustus, SPPG Tanpa SLHS Ditutup Permanen
BGN memberi tenggat hingga 10 Agustus 2026 bagi SPPG mengurus SLHS. Dapur tanpa sertifikat laik higiene dan sanitasi akan ditutup permanen.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Komunitas Independen Sadar Pemilu (KISP) melibatkan para kreator konten di DIY untuk menangkal narasi politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di media sosial menjelang Pemilu 2024.
Koordinator Umum KISP Moch Edward Trias Pahlevi saat dihubungi di Jogja menuturkan para kreator konten muda yang rata-rata berlatar belakang mahasiswa di DIY telah dibekali materi kontra narasi politisasi SARA.
"Kami mengumpulkan anak muda se-DIY, perwakilan setiap kabupaten lima orang. Kami desain agar mereka mampu menjadi 'influencer' (pemengaruh) untuk menangkal politisasi SARA," ujar Edward, Kamis (12/10/2023)
Kontra narasi yang dilakukan, menurut dia, antara lain berwujud pembuatan video pendek yang selanjutnya disebar di medsos.
Selain politisasi SARA, menurut Edward, hoaks hingga potensi delegitimasi penyelenggara pemilu menjelang 2024 juga menjadi fokus para pembuat konten yang telah dibekali pelatihan melalui lingkar studi kepemiluan.
"Mereka membuat vlog, semacam video pendek berkaitan dengan pemilu tapi untuk menangkal isu SARA," kata dia.
Menurut Edward, pelibatan kreator konten penting mengingat Pemilu 2024 masih memiliki tantangan lalu-lintas informasi negatif khususnya di media sosial yang rawan memicu polarisasi masyarakat.
BACA JUGA: Tangkal Hoaks dan Politik Identitas dalam Pemilu 2024
Karena itu, dia berharap mereka mampu memenuhi ruang-ruang digital dengan konten positif dan edukatif terkait kepemiluan.
"Saya yakin mereka bisa membuat angle-angle menarik apalagi di Tiktok, dan follower mereka juga lumayan. Mereka juga mampu memilah dan memilih informasi," ujar dia.
Berdasarkan kajian KSIP, dibandingkan Pemilu 2019 narasi politisasi SARA yang menyebar melalui platform Twitter, Tiktok, hingga Instagram diperkirakan semakin meningkat, khususnya mendekati masa kampanye.
"Di Tiktok lebih masif dan persebarannya lebih cepat. Dulu enggak ada Tiktok, sekarang saya amati tidak hanya hoaks tapi penggiringan emosi publik lebih masif," ucap dia.
Meski potensi SDM pembuat konten digital di DIY cukup besar, Edward mengakui hingga saat in jumlah generasi muda yang dilibatkan belum banyak mengingat keterbatasan pendanaan.
KISP, kata dia, siap berkolaborasi dengan Bawaslu untuk menggandeng lebih banyak kreator konten muda menjelang pemilu.
"Problemnya adalah mengumpulkan mereka butuh biaya yang seharusnya kalau ini ditangani Bawaslu atau KPU cukup sederhana," kata Edward.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN memberi tenggat hingga 10 Agustus 2026 bagi SPPG mengurus SLHS. Dapur tanpa sertifikat laik higiene dan sanitasi akan ditutup permanen.
Dinkes Bantul menegaskan anak yang sudah keluar dari kategori stunting tetap berisiko kembali mengalami stunting. Pemantauan dan intervensi berkelanjutan menjad
Marco Bezzecchi mengaku belum pulih 100 persen dari cedera jelang MotoGP Inggris 2026 di Silverstone. Rider Aprilia itu memilih memasang target realistis setela
Timnas Indonesia wajib menang lawan Singapura di laga pamungkas Grup A Piala AFF 2026. Hasil imbang atau kalah akan mengakhiri langkah Garuda.
Mobil PHEV menawarkan efisiensi bahan bakar, tetapi memiliki sejumlah kekurangan mulai dari harga mahal hingga perawatan baterai yang perlu diperhatikan.
Rafaelson memprotes nilai pasar Timnas Vietnam versi Transfermarkt setelah Indonesia tercatat sebagai skuad termahal di Piala AFF 2026.