PENDAPATAN DAERAH: Pemkab Diminta Memaksimalkan Jasa Katering di YIA
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.
Kepala KPP Jogja Andi Setiawan (kanan) menyerahkan tanda apresiasi ke Wakil Kepala SMPN 2 Jogja Herman Mursito (kiri) pada Rabu (25/10/2023)./Harian Jogja-Triyo Handoko
JOGJA—Kantor Pajak Pratama (KPP) Jogja menyelenggarakan Tax Goes to School di SMPN 2 Jogja, Rabu (25/10/2023). Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran generasi muda akan pentingnya tertib pajak.
Tax Goes to School adalah program rutin KPP Jogja untuk mengedukasi siswa-siswa di Kota Jogja terkait dengan pentingnya pajak dalam kehidupan sehari-hari. “Kami ingin memberikan pemahaman yang komprehensif sesuai kemampuan siswa-siswa terkait pentingnya pajak dalam menopang kehidupan masyarakat, kami contohkan beberapa fasilitas yang didanai dari pajak seperti sekolah, transportasi umum, dan lainnya,” jelas Kepala KPP Jogja Andi Setiawan, Rabu pagi.
Andi menjelaskan pemahaman komprehensif generasi muda terkait pajak akan menumbuhkan karakter tertib pajak. “Kalau anak-anak ini tumbuh dewasa mereka otomatis akan tertib pajak, karena sejak dini sudah memahami pentingnya pajak,” ungkapnya.
BACA JUGA: Kasus Penggelapan Pajak Pengusaha Minyak Curah Kulonprogo, Rugikan Negara Rp8,34 Miliar
Edukasi KPP Jogja, jelas Andi, disesuaikan dengan kemampuan siswa-siswa dalam memahami pajak. “Kami berikan cara pengemasan tertentu dalam mengajarkannya, kami juga memiliki petugas fungsional penyuluh perpajakan, mereka sudah terlatih untuk memberikan pemahaman pajak kepada anak-anak,” terangnya.
Kemasan penyampaian edukasi tertib pajak tersebut, lanjut Andi, dengan permainan edukasi hingga pemeran khusus. “Semuanya dilakukan agar tidak hanya paham tapi memiliki kesadaran mendalam akan pentingnya tertib pajak,” tuturnya.
Sementara itu Wakil Kepala SMPN 2 Jogja Herman Mursito mengapresiasi kegiatan Tax Goes to School tersebut. “Kegiatan ini sesuatu yang penting, bagian dari pendidikan karakter juga, kami sangat mendukungnya,” ujarnya.
Herman menjelaskan peserta edukasi tersebut adalah 34 siswa perwakilan dari seluruh kelas di SMPN 2 Jogja. “Kami kirimkan ketua dan wakil ketua kelas, total ada 20 kelas dimana yang mengikuti 34 siswa. Harapannya dengan mereka mengikuti ini dapat menularkannya ke siswa lain di kelasnya,” jelasnya.
Selain pendidikan karakter, menurut Herman, kegiatan tersebut juga bagian dari penguatan pendidikan kewarganegaraan. “Kami sangat terbantu, ini meningkatkan karakter sekaligus pemahaman kewarganegaraan siswa kami untuk tertib membayar pajak di kemudian hari. Kami sangat mengapresiasinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.
Monumen Paku Bumi mulai dibangun di Simpang Bayeman, Kota Magelang. Tingginya 15 meter dan ditargetkan rampung sebelum akhir 2026.
Sembilan bank sampah aktif tersebar di setiap RW Gunungketur, Pakualaman, untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
IHSG menguat 0,40 persen ke 6.462,43 saat pasar mencermati respons BI setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 bps.
Polresta Sleman menyiapkan gelar perkara dugaan kekerasan seksual terhadap anak untuk menentukan peningkatan kasus ke tahap penyidikan.
Warga Kalibawang mendukung rencana RSUD di utara Kulonprogo dan siap melepas lahan dengan syarat UGR wajar serta tenaga kerja lokal dilibatkan.