Advertisement
Guguran Lava Masih Terus Terjadi di Merapi
Gunung Merapi Jogja meluncurkan lava pijar. - Ilustrasi - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah aktivitas vulkanik di Gunung Merapi terus tercatat hingga akhir Oktober ini. Guguran lava dan ratusan aktivitas kegeempaan kembali terpantau oleh tim Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Dalam rentang waktu pukul 00.00 - 06.00 WIB pada Kamis (25/10/2023), Tim Penyusun Laporan Aktivitas Gunung Merapi BPPTKG, Rachmad Widyo Laksono dan Suraji mencatat total ada 11 kali guguran lava yang terjadi. Belasan guguran lava tersebut mengarah ke barat daya.
Advertisement
"Teramati 11 kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 1500 meter," ungkap Rachmad.
Baca Juga: Gunung Merapi Keluarkan Belasan Guguran Lava dalam 12 Jam
Beberapa suara guguran bahkan terdengar hingga Pos Babadan. "Terdengar dua kali suara guguran terdengar dari Pos Babadan dengan intensitas suara kecil," lanjutnya.
Jumlah guguran lava sedikit berkurang enam jam berikutnya di rentang waktu pukul 06.00-12.00 WIB. Tercatat hanya tiga kali guguran lava yang terjadi ke arah barat daya, Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1500 meter.
Baca Juga: 13 Kali Guguran Lava di Merapi, Waspada Gangguan Abu Vulkanik!
Selain sejumlah guguran lava, tim pemantau juga menyatakan ratusan kegeempaan. Setidaknya terjadi 27 kali gempa guguran beramplitudo 3-25 mm dan durasi 32,7-124,2 detik pada Kamis dini hari.
Sementara itu gempa hybrid/fase banyak tercatat 113 kali terjadi dengan amplitudo 3-10 mm dan durasi 6,64-9,2 detik.
Baca Juga: Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Sejauh 1,8 Kilometer
Selanjutnya merujuk sejumlah aktivitas vulkanik di atas, BPPTKG menilai tingkat aktivitas Gunung Merapi masuk pada Level III (siaga). Oleh karena itu masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
"Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement






