Kementan Kaji Impor 100.000 Sapi pada 2027, Target 1 Juta
Kementan mengkaji impor awal 100.000 sapi pada 2027 untuk mendukung swasembada susu dan meningkatkan produksi susu nasional.
Ilustrasi hewan ternak - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Program vaksinasi penyakit antraks pada hewan ternak terus digencarkan Pemkab Kulonprogo. Terbaru, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, melakukan vaksinasi di Kapanewon Girimulyo untuk melindungi populasi ternak dari penyakit serius yang dapat membahayakan ternak.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Trenggono Trimulyo di Kulonprogo, Senin, mengatakan vaksinasi antraks sangat penting. Antraks adalah penyakit yang mematikan dan dapat menyebabkan kerugian besar bagi para peternak.
"Oleh karena itu, kami berupaya keras untuk melindungi ternak di wilayah Girimulyo dengan menggelar vaksinasi massal ini. Kami juga berterima kasih kepada 8 tim petugas puskeswan yang telah dengan antusias melibatkan diri dalam kegiatan ini," kata Trenggono, Senin (30/10/2023).
Ia mengatakan selama kegiatan vaksinasi, petugas puskeswan bekerja dengan cermat untuk memastikan bahwa setiap ternak menerima vaksinasi yang sesuai. Untuk memastikan pelaksanaan yang efektif, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo telah melibatkan delapan tim petugas puskeswan yang telah terlatih dengan baik.
Selain itu, mereka memberikan informasi kepada peternak tentang tata cara perawatan ternak yang baik.
Program vaksinasi antraks ini adalah salah satu langkah penting dalam upaya menjaga kesehatan ternak dan mendukung pertanian di wilayah Girimulyo.
BACA JUGA: Piala Dunia U-17: Timnas Indonesia Petakan Kekuatan Lawan di Penyisihan
"Kami berharap dengan upaya bersama ini, populasi ternak akan terlindungi dari antraks, dan peternak dapat terus mengembangkan usaha mereka," katanya.
Lebih lanjut, Trenggono mengatakan kegiatan vaksinasi antraks ini merupakan contoh nyata dari kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, peternak, dan petugas kesehatan hewan dalam menjaga kesehatan hewan ternak dan mendukung pertanian lokal. "Kami berharap ternak di Kulonprogo sehat dan bebas dari penyakit," katanya.
Sementara itu, seorang peternak di Girimulyo Tukimin menyambut baik kegiatan ini. Ia mengatakan kesehatan ternak adalah prioritas bagi peternak di wilayah ini.
"Kami sangat bersyukur atas inisiatif dari Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo yang telah mengadakan vaksinasi antraks ini. Ini akan membantu melindungi ternak kami dari penyakit berbahaya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kementan mengkaji impor awal 100.000 sapi pada 2027 untuk mendukung swasembada susu dan meningkatkan produksi susu nasional.
DPRD Bantul meminta BPBD dan masyarakat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi angin kencang, pohon tumbang, dan genangan saat pancaroba.
Menteri LH Jumhur Hidayat mendorong pemulihan tata air gambut melalui water intake dan sekat kanal untuk mencegah karhutla di Sumatera Selatan.
Polisi akan memeriksa kejiwaan pria yang diduga menganiaya ayah kandungnya hingga meninggal dunia di Boyolali.
Pemkab Gunungkidul memecat Lurah Bohol Margana setelah kasus korupsi anggaran kalurahan 2022-2024 berkekuatan hukum tetap.
Sebanyak 168 atlet mengikuti Kejurkot Sepatu Roda Kota Jogja 2026. Ajang ini menjadi sarana pembinaan dan penjaringan bibit unggul.