148 Pegolf Ramaikan Bupati Sleman Cup, Sport Tourism Jadi Andalan
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Ni Made Dwipanti Indrayanti./Harian Jogja-Triyo Handoko
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo menggelar focus group discussion (FGD) Pengendalian Inflasi di Kulonprogo dan Kerjasama Antardaerah untuk Pengendalian Inflasi.
Dalam kesempatan tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan bahwa pergerakan inflasi yang signifikan disebabkan oleh faktor adanya penyesuaian kebijakan pemerintah terkait dengan harga (administrated prices) dan lonjakan harga komoditas pangan (volatile foods).
“Mau tidak mau kita bicara volatile foods. Ada beberapa faktor yang sangat memengaruhi inflasi. Faktor yang menguatkan itu volatile foods selain administrated prices. Volatile foods ini banyak di dukung oleh aktivitas pertanian yang didukung oleh perdagangan,” kata Made dalam rilis, Rabu.
Made juga menyinggung tingginya harga beberapa bahan pokok (bapok) yang disebabkan oleh panjangnya rantai distribusi. Panjangnya rantai distribusi tersebut membuat pendapatan petani tidak sebesar dari harga yang beredar di pasaran.
“Aspek kelembagaan petani, belum memiliki posisi nilai tawar yang kuat serta panjangnya rantai distribusi produk pertanian ini membuat harga komoditas cenderung tidak stabil. Karena memang tidak memiliki kekuatan untuk mengatur,” katanya.
Oleh sebab itu, menurut Made regulasi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kestabilan harga komoditas yang berpengaruh terhadap pengendalian inflasi. “Regulasi ini penting, sejauh mana kemudian penguatan terhadap kebijakan-kebijakan sektor pertanian, bagaimana kemudian produk-produk pertanian kami jaga. Sejauh mana kami bisa memanfaatkan produk kami, sejauh mana kami juga bisa bekerja sama antardaerah, saya kira itu jadi bagian penting,” ucapnya.
BACA JUGA: Tekan Harga Kebutuhan Pokok, Gerakan Pangan Murah Kembali Digelar di Kotagede
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kulonprogo, Adnan Widodo mengatakan bahwa FGD tersebut menjadi langkah awal untuk penjajagan kerja sama antardaerah dalam rangka pengendalian inflasi.
“Tujuan yang pertama adalah Menyegarkan kembali pemahaman tentang Inflasi bagi TPID, serta upaya pegendalian inflasi di pemerintah kabupaten Kulon Progo yang telah dan akan dilakukan, kemudian Penjajagan kerja sama antar daerah dalam rangka pengendalian inflasi daerah,” kata Adnan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
BI menyiapkan GPIPS untuk memperkuat pengendalian inflasi pangan dan menjaga stabilitas harga melalui penguatan produksi serta distribusi.
Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Banyumas ditargetkan dimulai Oktober 2026 dan mulai beroperasi pada tahun depan.
KPU Kulonprogo menyiapkan kurikulum demokrasi yang terintegrasi dalam mata pelajaran Pancasila atau PKN di sekolah dan madrasah.
Sleman memberangkatkan 325 KK transmigran selama 2010-2024. Pemberangkatan terbanyak terjadi pada 2012 setelah erupsi Gunung Merapi.
PSIM Jogja menyisakan anggaran pemain untuk putaran kedua Super League 2026/2027 agar tetap memiliki ruang merekrut pemain baru.