Getaran Gempa M5,9 di Kepulauan Seribu Terasa hingga Jogja
Gempa M5,9 di barat laut Jakarta terasa hingga Jogja pada Sabtu dini hari. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Penampilan kelompok band dalam event Jazz Kotabaru 2023. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Event musik bertajuk Jazz Kotabaru 2023 kembali digelar di Halaman RRI Kotabaru, Kota Jogja, Sabtu (11/11/2023). Kegiatan ini menjadi media perekat keberagaman karena diikuti dari berbagai komunitas lintas iman.
Salah satu inisiator Jazz Kotabaru Budhi Hermanto mengatakan event musik ini dahulu bernama Jazz Syuhada, namun pada 2023 ini semua sepakat mengganti nama dengan Jazz Kotabaru. Dengan harapan dapat menjadi media untuk membangun kebersamaan dari berbagai keragaman yang berada di Kotabaru.
BACA JUGA : Aksi Srikandi Lintas Iman, Udar Prasangka dan Harmoniskan Antaragama
“Jazz Kotabaru ini diinisiasi dan digelar oleh berbagai komunitas lintas iman, mulai dari Anak Muda Masjid Syuhada, Orang Muda Katolik Gereja St Padua Antonius Kotabaru, Mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus dan daerah, Pemuda Kampung Kotabaru dan berbagai pegiat kebudayaan di Jogja,” katanya, Sabtu (11/11/2023).
Direktur Jazz Kotabaru 202 Muksin Gole menambahkan pagelaran tahun ini mengangkat tema Saduluran Saklawase. Tujuannya jelas untuk memperkokoh kebersamaan kami dengan latar belakang yang beragam di Kotabaru. Event musik Jazz Kotabaru tahun 2023 ini sekaligus menjadi tempat perjumpaan berbagai macam komunitas dengan semangat sukarelawan dan gotong-royong.
“Jumlah sukarelawan yang terlibat dalam Kotabaru Jazz Festival sekitar 90 orang, sebagian besar adalah anak-anak remaja dan anak muda dari berbagai komunitas di Jogja. Wadah seperti Jazz Kotabaru ini menjadi tempat kami untuk kami belajar,” ujarnya.
Ketua RW 04 Kelurahan Kotabaru, Kota Jogja Ahmad Wahyudi mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan tersebut bisa terus bekelanjutan. Melalui musik diharapkan bisa membangun kebersamaan dari berbagai latar belakang agama.
BACA JUGA : Polda DIY Gelar Doa Lintas Iman untuk Keselamatan 2023
“Saya kira ini tempat yang ikonik. Tentu kami akan terus mendukung jika kegiatan ini berkelanjutan,” katanya.
Perwakilan Komunitas Orang Muda Katolik Conelia Marissa menilai estival ini juga berperan sebagai penyambung silaturahmi dan relasi antarkalangan muda yang masing-masing membawa nama besar komunitas. Kondisi ini menjadi bukti bahwa perbedaan bukan menjadi penghalang untuk bisa membangun jejaring.
“Jazz Kotabaru 2023 bukan sekedar wadah untuk kolaborasi dari berbagai latar belakang, budaya, dan kepercayaan yang berbeda, tetapi juga bisa membangun relasi satu sama lain,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M5,9 di barat laut Jakarta terasa hingga Jogja pada Sabtu dini hari. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.
Jelang World Rabies Day, Mirjawal mengingatkan pentingnya mencuci luka dan segera ke fasilitas kesehatan setelah gigitan atau cakaran hewan.
Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin hilang kontak di Laut Jawa. Kapal sempat melaporkan cuaca buruk dan kondisi miring.
PGI mengecam kekerasan terhadap warga sipil di Papua dan mendesak penghentian kekerasan serta pembukaan ruang dialog kemanusiaan.
Jusuf Kalla menyoroti banyaknya sarjana menganggur. Setiap tahun 1 juta sarjana keluar, sementara lapangan kerja dinilai terbatas.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.