Advertisement
Keren! Membatik Kini Lebih Aman dengan Malam dari Kelapa Sawit
Ilustrasi membatik. - Harian Jogja/Nina Atmasari
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Seorang warga Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja, Muhammad Nur Ihsan tengah mengembangkan malam batik yang terbuat dari kelapa sawit.
Ihsan, sapaannya, tercetus untuk menciptakan inovasi ini setelah kerap mendengar keluhan dari para pembatik. Dia mengatakan, pembatik kerap merasa terganggu dengan asap yang dihasilkan dari malam batik berbahan parafin yang terus-terusan dipanaskan. “Menurut para pembatik, malam sawit lebih sehat di pernapasan,” ujarnya, Minggu (12/11).
Advertisement
Ihsan mengaku telah mengembangkan malam sawit sejak dua bulan terakhir. Bahkan, langkahnya ini juga mendapat arahan dan apresiasi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Menurutnya, malam sawit punya lebih banyak keunggulan jika dibandingkan dengan malam batik parafin. Selain lebih aman bagi pernapasan, Ihsan menyebut inovasi malam sawit ini dapat mengurangi impor parafin sekaligus meningkatkan serapan sawit dalam negeri.
Malam sawit juga dinilai lebih lancar saat diaplikasikan ke kain batik, sehingga meningkatkan efisiensi para pembatik. Sawit tak hanya dimanfaatkan sebagai malam. Di tangan Ihsan, sawit juga menjadi inspirasi baginya dalam menciptakan motif batik. “Ada lebih dari 100 motif batik bermotif sawit dan sudah memperoleh hak cipta dari Kementerian Hukum dan HAM,” kata mantan awardee LPDP UGM ini.
BACA JUGA: Hebat! Simantab Raih Medali Perunggu dari BIG
Sejauh ini batik sawit dan malam sawit telah gencar dia sosialisasikan. Salah satunya kepada pejabat Pemkot Jogja. Batik sawit buatannya juga telah digunakan oleh lebih dari 200 aparatur sipil negara (ASN) saat hari batik beberapa waktu lalu.
Tak mau stagnan, Ihsan bersama rekannya akan kembali melakukan riset terkait dengan pemanfaatan komponen dalam tanaman sawit untuk pewarnaan batik. “Harapannya akan lebih banyak UKM dalam negeri yang dapat memperoleh manfaat dari industri sawit. Ini juga untuk mendorong hilirisasi produk sawit dalam negeri dan nantinya dapat mendorong industri sawit berkelanjutan,” harapnya.
Laki-laki berusia 30 tahun ini bukanlah orang baru di dunia batik. Terhitung sejak tahun 2016 dia telah memulai bisnis batik yang dia beri nama Smart Batik. Ihsan juga turut menggandeng puluhan pembatik asal Jogja dan Jawa Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Imbas Konflik Timur Tengah, Philippine Airlines Terpaksa Setop 5 Rute
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal SIM Keliling Jogja Hari Ini Kamis 26 Maret 2026 Terbaru
- TKP Eks Menara Kopi Jogja Diserbu Bus Wisata Selama Libur Lebaran
- Tol Jogja-Solo GT Purwomartani Buka Hingga 22.00 WIB, Urai Arus Balik
- Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Hari Ini Kamis 26 Maret 2026 Terbaru
- Okupansi Hotel Jogja Turun, Turis Lebaran Pilih Menginap di Kerabat
Advertisement
Advertisement







