Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Kota Jogja sebagai percontohan wolbachia dalam menangkal demam berdarah dengue (DBD) terbukti ampuh dan manjur. Pembuktian wolbachia yang ampuh menangkal DBD itu ditegaskan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jogja.
Data DInkes Jogja menerangkan terdapat penurunan kasus sebanyak 77% menurunkan kasus DBD di wilayahnya. “Contoh perbandingan penurunan kasusnya bisa dilihat tahun ini dimana hanya ada 85 kasus DBD per November 2023 ini, sedangkan tahun lalu ada 185 kasus DBD, jadi terbukti ampuh menurunkan DBD,” jelas Kasi Pencegahan Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Jogja, Endang Sri Rahayu, Kamis (23/11/2023).
Baca Juga: Nyamuk Ber-Wolbachia Tekan Kasus DBD dan Turunkan Angka Rawat Inap akibat Demam Berdarah
Endang menerangkan tak hanya menurunkan jumlah kasus, wolbachia juga terbukti menurunkan angka rawat inap penderita DBD. “Jumlah penurunan hospitality atau rawat inap penderita DBD di Jogja ini sebanyak 86 persen, ini cukup besar dan mengurangi beban puskesmas atau rumah sakit karena tak perlu rawat inap,” terangnya.
Penyebaran Wolbachia, jelas Endang, di Kota Jogja dilakukan secara bertahap di mana dimulai pada 2016. “Ada juga perbandingan antara daerah yang disebar Wolbachia dan yang tidak, yang disebar ini terbukti kasusnya sedikit dibanding yang tidak disebar,” ungkapnya.
Baca Juga: Polemik Program Nyamuk Wolbachia, Begini Penjelasan Lengkap Peneliti UGM
Penyebaran wolbachia di Kota Jogja dilakukan dalam bentuk telur nyamuk, lanjut Endang, dimana seluruh wilayah sudah tersebar per 2022 kemarin. “Kemantren paling akhir itu Kotagede, dan alhamdulilah angka DBD di sana sekarang kecil,” ujarnya.
Keberadaan wolbachia di Kota Jogja, lanjut Endang, terus dipantau oleh Dinkes Jogja. “Kami masih sering memantau, meskipun sudah disebar perlu dipastikan populasinya seperti apa, dampak penurunan DBD seperti apa,” katanya.
Baca Juga: Ribut Soal Nyamuk dengan Wolbachia, Ini Pernyataan Kementerian Kesehatan
Endang menyebut populasi wolbachia di Kota Jogja kini sekitar 80% dari total yang pernah disebar. “Kalau menurun terus akan disebar lagi, kalau masih di angka 80 persen masih cukup baik untuk bisa mengurangi DBD,” tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.