Jogja Target Bebas Sampah Visual, Ribuan Reklame Ditertibkan
Pemkot Jogja mempercepat penataan kabel dan penertiban reklame ilegal. Sebanyak 2.623 reklame telah ditertibkan sepanjang 2026.
Siswa Sekolah - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Belasan pelajar terjaring razia polisi saat sedang menongkrong hingga tengah malam.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul pun mengimbau agar orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana menyampaikan Polsek Imogiri telah menjaring 12 remaja laki-laki dan lima remaja perempuan yang menongkrong hingga larut malam di bulak sawah, Dusun Numpukan, Kalurahan Karangtengah, Kapewon Imogiri pada Jumat (24/11/2023) sekitar pukul 00.30 WIB.
Dia menyampaikan pengamanan tersebut terjadi saat saksi Rusdianto dan Panji Pangestu warga setempat tengah berkeliling di sekitar lokasi kejadian untuk melakukan ronda malam.
“Saat [Rusdianto dan Panji Pangestu] melewati bulak sawah Dusun Numpukan, Karangtengah, Imogiri melihat adanya rombongan remaja menggunakan kendaraan roda dua yang menongkrong melewati batas waktu kunjungan masyarakat,” katanya, Jumat.
Setelah itu, Rusdianto dan Panji Pangestu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Imogiri untuk ditindaklanjuti.
Dari pemeriksaan yang dilakukan Polsek Imogiri, menurut Jeffry, dua dari mereka mengaku sempat mencuri seekor mentok milik warga Dusun Karangduwet, Sriharjo, Imogiri. Adapun, motif yang dilakukan remaja tersebut pun masih didalami.
Atas kejadian tersebut, Polres Bantul juga menyita enam sepeda motor yang ada di lokasi tersebut, seekor mentok, sebuah kresek, dan 11 telepon genggam.
BACA JUGA: Cegah Tawuran, Satpol PP Sleman Bubarkan Siswa Nongkrong Saat Jam Sekolah
Sementara Kepala Disdikpora Kabupaten Bantul, Isdarmoko menilai kejadian remaja menongkrong di luar jam sekolah beberapa kali terjadi di Kabupaten Bantul. Menurutnya, orang tua memiliki peran penting di sana. “Semestinya orang tua opyak saat anaknya tidak ada di jam malam, dijam belajar, orang tua harusnya perlu, ngaruhke,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi kejadian serupa, dia berharap orang tua meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anaknya. “Perlu dioptimalkan kerjasama dengan orang tua. Karena itu [menongkrong] biasanya pada waktu malam, di luar jam sekolah. Ini yang terus kami gencarkan [kerjasama dengan orang tua melakukan pengawasan pergaulan remaja],” ujarnya.
Selain itu menurut dia, pihaknya telah melakukan komunikasi rutin dengan komite sekolah, Polres Bantul, Kodim 0729 Bantul, dan Badan Narkotika Nasional [BNN] Kabupaten Bantul untuk dapat melakukan pengawasan pergaulan remaja di Kabupaten Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja mempercepat penataan kabel dan penertiban reklame ilegal. Sebanyak 2.623 reklame telah ditertibkan sepanjang 2026.
Harga Biosolar B50 harus kompetitif agar diminati. Pemerintah targetkan hentikan impor solar mulai Juli 2026.
Prabowo ungkap dugaan demo dibayar. KSP Dudung sebut informasi presiden akurat dan berpotensi ditindak secara hukum.
Isu retaknya hubungan Prabowo dan Jokowi mencuat. Pengamat UNS menilai belum ada konflik terbuka jelang Pemilu 2029.
Prabowo bangga gunakan mobil Maung buatan Indonesia. Meski sempat bocor, jadi simbol kemandirian industri otomotif nasional.
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Dinas Pendidikan terapkan aturan cegah kecurangan KK tempel.