Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Ilustrasi. /Bisnis-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja telah menyediakan berbagai kantong parkir resmi yang tersebar di Kota Jogja. Itulah sebabnya, masyarakat diminta untuk tidak memarkirkan kendaraan di lokasi-lokasi parkir liar. Jika dimintai uang parkir, masyarakat juga patut cermat.
Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif Nugroho menuturkan masyarakat tak perlu bayar parkir jika juru parkir (jukir) tak menyertakan karcis parkir.
Hal ini lantaran karcis parkir menjadi salah satu bentuk legalitas pemungutan. "Sekali lagi tidak usah dibayar. Kalau [jukir] sampai melakukan tindakan melawan hukum, ya negara kita kan negara hukum. Ini akan kami proses," ujar Agus saat jumpa pers di Balai Kota Jogja, Rabu (29/11/2023).
Dia menuturkan selama ini informasi tentang lokasi resmi parkir telah disebarluaskan melalui media sosial Dishub Jogja.
Papan larangan parkir hingga papan yang menjelaskan soal tarif resmi parkir juga dipasang dengan jelas di ruas-ruas jalan di Kota Jogja dengan tetap memperhatikan estetika perkotaan.
BACA JUGA: Tok! Dua Jukir Nuthuk Tarif Parkir di Jogja Didenda Rp500.000
Agus juga menuturkan, selama ini pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada 827 jukir resmi. Jika ada jukir resmi yang melalukan perbuatan melawan hukum, dia memastikan akan mencabut surat izin parkirnya.
"Banyak ditemukan laporan ada warga yang parkir di Alun-Alun ditarif Rp10.000. Tidak ada parkir di Alun-Alun. Kami kesulitan untuk melacak karena di Alun-Alun Yogyakarta sudah tidak ada lagi parkiran sejak 2013," jelasnya.
Agus menuturkan pihaknya tak bisa melakukan penindakan. Dia berkoordinasi dengan penegak hukum untuk menindak jukir-jukir ilegal. Berupa pemberian rekomendasi lokasi-lokasi mana saja yang terdapat jukir ilegal. "Mereka [polisi] akan mengenakan pasal yang bukan tipiring," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.