Fardhan Rainanda Joe ke Final BAJC 2026!
Fardhan Rainanda Joe ke final BAJC 2026! Kalahkan wakil China dalam tiga gim sengit. Indonesia masih punya asa meraih gelar juara Asia.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menyatakan belum ada rencana menggelar fogging untuk memberantas dan mencegah penularan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya.
Padahal, data yang ada menyebut Januari hingga Oktober 2023 telah ada sebanyak 128 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan 1 orang meninggal dunia karena memilki komorbid Diabetes Melitus (DM). Adapun alasan belum adanya fogging karena belum ada indikasi yang membuat Dinkes harus segera menggelar kegiatan tersebut.
BACA JUGA : Dinkes Sleman Waspadai Peningkatan Kasus DBD di Awal Musim Penghujan
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, pihaknya belum akan melakukan fogging. Sebab, pelaksanaan fogging tidak bisa dilakukan sembarangan. Karena ada prosedur dan SOP yang harus dilakukan.
Oleh karena itu, pihaknya lebih meminta kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan mengoptimalkan gerakan 3 M yakni menguras, menutup dan memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang) minimal sekali sepekan di lingkungan masyarakat.
"Kami juga optimalkan peran kader jumantik melalui program Satu Rumah Satu Jumantik. Yang dimana, para kader itu nantinya akan melakukan berbagai kegiatan PSN," kata Yuli, Minggu (3/12/2023).
BACA JUGA : Nyamuk Ber-Wolbachia Sukses Tekan DBD, Anggaran Fogging Dipangkas Ratusan Juta Rupiah
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama meminta, agar masyarakat mewaspadai berbagai penyakit jelang musim penghujan. Selain DBD dan leptospirosis, masyarakat juga harus waspada terhadap potensi penyakit pernapasan seperti batuk, pilek dan flu. "Dan, saat ini sudah ada peningkatan. Untuk itu kami minta masyarakat untuk tetap waspada. Selalu menerapkan pola hidup bersih," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fardhan Rainanda Joe ke final BAJC 2026! Kalahkan wakil China dalam tiga gim sengit. Indonesia masih punya asa meraih gelar juara Asia.
Pemerintah susun Perpres perlindungan nakes usai kasus dr Icha, soroti intimidasi dan lemahnya sistem keamanan.
Usaha pigura di Sleman tertekan kenaikan harga kaca dan kayu, sementara penjualan turun hingga 50 persen akibat melemahnya daya beli.
Jadwal 16 besar Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko dan Paraguay vs Prancis, Minggu dini hari WIB. Simak jam tayang & siaran langsung.
Kasus dugaan penganiayaan di Daycare Jogja bertambah jadi 27 tersangka, dengan 103 anak korban. Polisi masih kembangkan penyidikan.
Bantul lanjutkan restorasi Gumuk Pasir Parangkusumo dengan penebangan vegetasi demi mengembalikan fungsi alami kawasan langka.