Advertisement

DBD di Sleman Capai 128 Kasus, 1 Meninggal Dunia hingga Oktober 2023

Jumali
Minggu, 03 Desember 2023 - 11:47 WIB
Sunartono
DBD di Sleman Capai 128 Kasus, 1 Meninggal Dunia hingga Oktober 2023 Ilustrasi - Pixabay

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menyatakan belum ada rencana menggelar fogging untuk memberantas dan mencegah penularan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya.

Padahal, data yang ada menyebut Januari hingga Oktober 2023 telah ada sebanyak 128 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan 1 orang meninggal dunia karena memilki komorbid Diabetes Melitus (DM). Adapun alasan belum adanya fogging karena belum ada indikasi yang membuat Dinkes harus segera menggelar kegiatan tersebut.

Advertisement

BACA JUGA : Dinkes Sleman Waspadai Peningkatan Kasus DBD di Awal Musim Penghujan

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, pihaknya belum akan melakukan fogging. Sebab, pelaksanaan fogging tidak bisa dilakukan sembarangan. Karena ada prosedur dan SOP yang harus dilakukan.

Oleh karena itu, pihaknya lebih meminta kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan mengoptimalkan gerakan 3 M yakni menguras, menutup dan memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang) minimal sekali sepekan di lingkungan masyarakat.

"Kami juga optimalkan peran kader jumantik melalui program Satu Rumah Satu Jumantik. Yang dimana, para kader itu nantinya akan melakukan berbagai kegiatan PSN," kata Yuli, Minggu (3/12/2023).

BACA JUGA : Nyamuk Ber-Wolbachia Sukses Tekan DBD, Anggaran Fogging Dipangkas Ratusan Juta Rupiah

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama meminta, agar masyarakat mewaspadai berbagai penyakit jelang musim penghujan. Selain DBD dan leptospirosis, masyarakat juga harus waspada terhadap potensi penyakit pernapasan seperti batuk, pilek dan flu. "Dan, saat ini sudah ada peningkatan. Untuk itu kami minta masyarakat untuk tetap waspada. Selalu menerapkan pola hidup bersih," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kasus Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual Jadi Kasus Terbanyak di Mahkamah Syariyah di Aceh

News
| Selasa, 05 Maret 2024, 13:07 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement