Harga RAM DDR5 di Jepang Tembus Rp59 Juta, Naik 761 Persen
Harga RAM DDR5 di Jepang melonjak tajam. Kit Corsair 128 GB mencapai Rp59,2 juta, sedangkan RAM 32 GB menembus Rp16 juta.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menyatakan belum ada rencana menggelar fogging untuk memberantas dan mencegah penularan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya.
Padahal, data yang ada menyebut Januari hingga Oktober 2023 telah ada sebanyak 128 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan 1 orang meninggal dunia karena memilki komorbid Diabetes Melitus (DM). Adapun alasan belum adanya fogging karena belum ada indikasi yang membuat Dinkes harus segera menggelar kegiatan tersebut.
BACA JUGA : Dinkes Sleman Waspadai Peningkatan Kasus DBD di Awal Musim Penghujan
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, pihaknya belum akan melakukan fogging. Sebab, pelaksanaan fogging tidak bisa dilakukan sembarangan. Karena ada prosedur dan SOP yang harus dilakukan.
Oleh karena itu, pihaknya lebih meminta kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan mengoptimalkan gerakan 3 M yakni menguras, menutup dan memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang) minimal sekali sepekan di lingkungan masyarakat.
"Kami juga optimalkan peran kader jumantik melalui program Satu Rumah Satu Jumantik. Yang dimana, para kader itu nantinya akan melakukan berbagai kegiatan PSN," kata Yuli, Minggu (3/12/2023).
BACA JUGA : Nyamuk Ber-Wolbachia Sukses Tekan DBD, Anggaran Fogging Dipangkas Ratusan Juta Rupiah
Kepala Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama meminta, agar masyarakat mewaspadai berbagai penyakit jelang musim penghujan. Selain DBD dan leptospirosis, masyarakat juga harus waspada terhadap potensi penyakit pernapasan seperti batuk, pilek dan flu. "Dan, saat ini sudah ada peningkatan. Untuk itu kami minta masyarakat untuk tetap waspada. Selalu menerapkan pola hidup bersih," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga RAM DDR5 di Jepang melonjak tajam. Kit Corsair 128 GB mencapai Rp59,2 juta, sedangkan RAM 32 GB menembus Rp16 juta.
BMKG tidak mendeteksi hujan saat bongkahan es merusak rumah di Pandak, Bantul. Asal-usul fenomena tersebut masih perlu dianalisis lebih lanjut.
Nelayan Gunungkidul mulai menangkap gurita. Sekali melaut, hasil tangkapan bisa mencapai 15 kilogram dengan harga hingga Rp100.000 per kilogram.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Borneo FC tanpa Ze Valente. Caretaker Guntur Cahyo Utomo menegaskan kekuatan tim terletak pada kolektivitas pemain.
Bahlil Lahadalia melarang ekspor SDA Indonesia transit di negara lain. Ia meminta pengiriman LNG dan mineral langsung ke negara tujuan.
Pieter Huistra kecewa setelah PSS Sleman kalah dari Garudayaksa FC. Dua gol mudah dan kartu merah Kevin Gomes menjadi sorotan.