Advertisement

Soal Video Ade Armando Senggol Keistimewaan DIY, GKR Hemas: Pasti Itu Pesanan, Tapi Yo Gak Popo

Abdul Hamied Razak
Selasa, 05 Desember 2023 - 13:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Soal Video Ade Armando Senggol Keistimewaan DIY, GKR Hemas: Pasti Itu Pesanan, Tapi Yo Gak Popo Gusti Kanjeng Ratu Hemas - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Permaisuri Raja Ngayogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, GKR Hemas, angkat bicara terkait komentar politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando yang menyebut DIY mempraktikan politik dinasti karena gubernur dan wakil gubernurnya tidak dipilih melalui pemilu, tetapi melalui penetapan.

Menurut GKR Hemas, apa yang disampaikan oleh Ade tidak berangkat dari sejarah lahirnya undang-undang keistimewaan DIY. "Ya Ade Armando yo koyok ngunu kuwi (ya kayak gitu), waton muni (asal bicara), ora ngerti sejarah (tidak tahu sejarahnya)," katanya kepada Harianjogja.com, Selasa (5/12/2023).

Advertisement

Yang tidak kalah penting, lanjut Hemas, apa yang disampaikan oleh Ade tidak berdiri sendiri. Hemas meyakini, apa yang Ade permasalahkan soal Keistimewaan DIY dengan segala peraturannya baik sistem pemerintahan, pertanahan dan lainnya merupakan pesanan. "Ya pasti ada "pesanan" yang jelas itu," kata Hemas.

BACA JUGA: Ade Armando Singgung Politik Dinasti di Jogja, Massa Aksi Ancam Copot Semua Baliho PSI di DIY

Meski begitu, lanjut Hemas, pihaknya selaku Anggota DPD RI asal DIY tidak akan memperkarakan apa yang disampaikan Ade. Hemas menyerahkan penilaian itu kepada masyarakat. "Tapi yo gak popo, cen mulute seperti iku kok mau diapain (ya nggak apa-apa, mulutnya (Ade) seperti itu kok mau diapain)," tambah Hemas.

Sebelumnya, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menegaskan bahwa keistimewaan DIY, termasuk dalam urusan pengisian jabatan gubernur dan wakil gubernur, dilindungi konstitusi. Keistimewaan DIY telah diakui oleh undang-undang berdasarkan asal-usul dan sejarah.

"Komentar (soal keistimewaan) ya boleh (termasuk Ade). Hanya saja, pendapat saya, konstitusi peralihan itu kan ada di pasal 18 (UUD 1945), yang menyangkut masalah pemerintah Indonesia. Itu menghargai asal usul tradisi DIY," ujar Sri Sultan di Kompleks Kepatihan, Senin (4/12/2023)

Seperti diketahui, Ade Armando membuat video pendek yang berisi pernyataanya terkait aksi mahasiswa di Yogya yang mengkritik Politik Dinasti. Ade Armando menilai yang dilakukan BEM UI dan BEM UGM ironi. Dia beralasan yang jelas-jelas menunjukkan politik dinasti justru wilayah tempat mereka menggelar aksi yakni Yogyakarta.

"Ini ironi sekali karena mereka justru sedang berada di sebuah wilayah yang jelas-jelas menjalankan politik dinasti, dan mereka diam saja. Anak-anak BEM ini harus tahu dong kalau mau melawan politik dinasti, ya politik dinasti sesungguhnya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, gubernurnya tidak dipilih melalui pemilu, gubernurnya adalah Sultan Hamengku Buwono ke-X yang menjadi gubernur karena garis keturunan," jelasnya.

BACA JUGA: Pakar Hukum Universitas Widya Mataram Sebut Ade Armando Tak Paham Sejarah Keistimewaan DIY

Tapi pada Senin, 4 Desember 2023 dini hari WIB, Ade Armando sudah meminta maaf. "Melalui video ini, saya ingin mengajukan permintaan maaf sebesar-besarnya, seandainya video saya yang terakhir soal politik dinasti telah menimbulkan ketersinggungan dan kegaduhan terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Ade Armando.

"Saya sudah mendengar ada aksi tangkap Ade Armando dan rencana untuk mendatangi PSI Yogyakarta. Saya ingin sampaikan, apa yang saya katakan di video tersebut adalah sepenuhnya pandangan saya, sikap politik saya," ia menambahkan.

Namun yang jadi persoalan, Ade menyebut jika permintaan maafnya ini adalah arahan dari PSI yang diterima oleh netizen sebagai "bukan inisiatifnya sediri".

"Ini tidak ada hubungannya dengan pandangan politik dan policy dari DPP PSI dan DPW PSI Jogja. Itu sepenuhnya karena pandangan saya."

"Tapi karena itu, mengikuti arahan dari DPP PSI, saya mengajukan permohonan maaf sebesar-besarnya pada segenap pihak bila video tersebut telah menimbulkan ketersinggungan dan kegaduhan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kasus Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual Jadi Kasus Terbanyak di Mahkamah Syariyah di Aceh

News
| Selasa, 05 Maret 2024, 13:07 WIB

Advertisement

alt

Indonesia Bidik Turis Portugal sebagai Pasar Pariwisata

Wisata
| Minggu, 03 Maret 2024, 09:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement