Profil Bos Summarecon Adrianto Pitojo Adhi yang Ikut Terjaring OTT KPK
Profil Adrianto Pitojo Adhi, Presdir Summarecon yang diamankan KPK dalam OTT kasus dugaan korupsi pengurangan HGB di Bogor.
Ilustrasi pencoptan alat peraga kampanye (APK) Pemilu 2024. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Alat peraga kampanye (APK) Pemilu 2024 yang membahayakan keselamatan bakal ditindak tegas oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman, dengan cara langsung diturunkan atau dicopot.
"Pemasangan APK, khususnya jenis baliho semi permanen, yang kategorinya sangat membahayakan keselamatan masyarakat umum akan langsung kami turunkan tanpa memberitahukan dahulu kepada pihak pemasangan," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman Arjuna Al Ichsan Siregar di Sleman, Kamis (7/12/2023).
Menurut dia, jika ditemukan ada APK yang sangat membahayakan masyarakat umum tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan KPU Sleman dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sleman untuk menurunkan atau menertibkan APK.
"APK yang diturunkan tersebut juga tidak akan dikembalikan kepada partai politik (parpol) maupun calon legislatif (caleg) yang memasang," katanya.
Dia menambahkan APK yang sangat membahayakan tersebut seperti baliho semi permanen, yang konstruksinya terbuat dari bambu atau sejenisnya dan dipasang tidak kokoh atau sangat rawan roboh.
BACA JUGA: Kawasan Kaliurang Dilarang untuk Pemasangan APK dan Kampanye
"Apalagi saat ini sudah musim hujan, sehingga berpotensi terjadi hujan deras maupun angin kencang yang dapat merobohkan konstruksi baliho semi permanen," jelasnya.
Arjuna mengatakan dalam pengawasan atau pemantauan pemasangan APK tersebut, Bawaslu Sleman mengoptimalkan masing-masing pengawas kecamatan untuk mengawasi di lingkungan. "Sedangkan dari Bawaslu Sleman, pengawasan pemasangan APK dilakukan sepekan sekali," katanya.
Bawaslu Sleman juga mengimbau kepada biro jasa pemasangan baliho atau reklame APK untuk Pemilu 2024 untuk benar-benar memperhatikan kekuatan konstruksinya terutama yang berukuran cukup besar.
"Baik itu konstruksi baliho permanen maupun semi permanen agar diperhatikan kondisinya, seperti rangka-rangkanya apakah ada yang keropos atau tidak, kemudian sekrup-sekrupnya, dan terutama bagian tiang penyangga. Begitu juga dengan konstruksi semi permanen, apakah rangka-rangkanya dan tiangnya sudah cukup kuat," ujar Arjuna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Profil Adrianto Pitojo Adhi, Presdir Summarecon yang diamankan KPK dalam OTT kasus dugaan korupsi pengurangan HGB di Bogor.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 16 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal SIM Sleman Rabu 16 September 2026 tersedia di STP AMPTA. Simak jadwal Satpas, MPP, SIM Keliling Malam dan Simmade.
DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggalakkan budaya literasi sekaligus memberikan edukasi sosial kepada masyarakat mengenai bahaya judi online (judol)
KPK mengungkap kasus HGB Summarecon di Bogor bermula dari sengketa tanah hingga muncul dugaan permintaan Rp2 miliar untuk buka blokir SHGB.
Gunungkidul mendorong tertib adminduk melalui layanan online, jemput bola, penghargaan Pelanduk, dan perhatian bagi kelompok rentan.