Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Kondisi Gua Cerme sepi pengunjung, Selasa (12/12/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Salah satu wisata alam Bantul, Gua Cerme, masih saja sepi dikunjungi wisatawan sejak pandemi Covid-19 lalu hingga saat ini. Minimnya sarana-prasarana dan akses yang sulit ditengarai menjadi penyebab kondisi ini.
Pengelola Gua Cerme, Khamid Wahyu Hidayat menjelaskan kunjungan wisatawan ke Gua Cerme menurun drastis sejak pandemi Covid-19 lalu dan hingga saat ini belum pulih. “Drastis sekali [penurunannya]. Semenjak Corona. Belum pulih sampai sekarang,” katanya, Selasa (12/12/2023).
Dari pengamatannya, sebelum pandemi, di hari kerja tetap selalu ada kunjungan walau hanya lima sampai tujuh orang dan di akhir pekan bisa rata-rata 30-35 orang. “Sekarang minim sekali, bahkan hari biasa ga ada pengunjung pun sering,” kata dia.
Dia mencontohkan pada pekan lalu, ada dua hari yang bahkan sama sekali tidak ada kunjungan. Di akhir pekan pun tidak ada penambahan pengunjung signifikan. “Kadang Minggu diperkirakan agak lumayan, tapi zonk itu sering sekali,” paparnya.
Termasuk pada Desember, menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini juga belum ada indikasi lonjakan pengunjung. “Dulu hari libur Nataru biasanya dari mahasiswa udah banyak yang tanya. Mau booking tempat untuk kemping dan sebagainya. Sekarang enggak ada,” kata dia.
Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang menjadikan Gua Cerme sepi pengunjung, diantaranya akses yang sulit, sarpras yang minim dan tiak adanya pengembangan. “Kalau dari wisatawan banyak yang mengeluhkan jalan yang utama, aksesnya,” katanya.
Terkait edngan sarpras, di Gua Cerme area parkir dan lahannya sempit sehingga pengunjung tidak leluasa. “Terus yang anak-anak untuk wahana-wahana lainnya enggak ada. Jadi untuk daya tarik pertama cuma masuk lorong Gua Cerme. Kedua view-nya. Jadi untuk anak-anak yang tidak berani di sini mau ngapain, bingung, wahana tidak ada,” ungkapnya.
Dengan kondisi itu, Gua Cerme hanya menjadi wisata minat khusus, dengan segmen terbesar adalah mahasiswa pencinta alam dan masyarakat pelaku ritual. “Kalau anak sekolah SD, SMP, SMA, jarang sekali. Keluarga ya satu-dua,” katanya.
BACA JUGA: Jumlah Pengunjung Gua Cerme Terus Anjlok, Ini Dia Penyebabnya
Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Bantul, Yuli Hernadi, menuturkan askes di Goa Cerme memang tidak memungkinkan bus untuk masuk. “Goa Cerme akses bus tidak bisa naik, berarti hanya minat khusus, yang seneng petualangan,” katanya.
Selain itu, Goa Cerme juga memiliki kelemahan yakni hanya bisa dinikmati dengan jalan kaki. “Masuk, ada airnya, jalan 2 km. Kelemahanya masuknya harus jalan kaki, padahal ada airnya. Beda dengan Goa Pindul, pakai ban, banyak peminatnya,” ujarnya.
Untuk menarik minat pengunjung, Dinas Pariwisata Bantul mencoba membuat pengembangan di Goa Cerme. “Di sana akan coba pengembangan, saya buat joglo, nanti ada semacam live musik malam hari. Ada warung komunal yang dikelola kelompok, yang jaga gantian, hasilnya ke kelompok, biar ada daya tariknya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Pemkot Jogja memastikan JLFR tetap digelar di Malioboro pada 31 Juli 2026 tanpa penutupan jalan, dengan pengamanan dari Dishub dan Satlantas.
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Rangkaian turnamen regional Haier-AQUA SEA Badminton Final 2026 di Vietnam resmi berakhir dengan raihan prestasi membanggakan bagi kontingen Indonesia.
Sidang gugatan PMH terkait pengalihan kepemilikan CV Art Fashion di PN Bantul memasuki babak baru. Tergugat menyampaikan jawaban sekaligus mengajukan gugatan.
BPBD Kulonprogo mulai mendistribusikan air bersih sejak awal Juli 2026 akibat kekeringan. SK Siaga Darurat disiapkan untuk mengakses dana BTT.