Sempat Ada Kenaikan Kasus Covid-19, Dinkes Sleman Lakukan Mitigasi saat Nataru

Jumali
Jumali Rabu, 13 Desember 2023 15:17 WIB
Sempat Ada Kenaikan Kasus Covid-19, Dinkes Sleman Lakukan Mitigasi saat Nataru

Ilustrasi Covid-19. - Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mencatat ada peningkatan kasus Covid-19 pada Agustus sampai November 2023.

Di mana, pada Agustus dan September 2023 tidak ada kasus positif Covid-19. Akan tetapi pada Oktober 2023 ada 1 kasus positif Covid-19.

"Sedangkan pada November 2023, ada 6 kasus positif Covid-19. Dua dirawat di rumah sakit, 4 lakukan isolasi mandiri. Mereka ketahuan saat mereka akan ada tindakan di rumah sakit. Untuk posisi saat ini sudah sembuh. Untuk Desember sampai saat ini nol kasus," kata Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama, Rabu (13/12/2023).

BACA JUGA: Sebanyak 3.250 Relawan dari 72 Komunitas Disiapkan Hadapi Bencana di Sleman

Meski ada peningkatan kasus pada Oktober dan November 2023, menurut Cahya masyarakat tidak perlu khawatir. Karena varian Covid-19 yang ada masih bisa ditangani dengan vaksinasi. Selain itu, Dinkes Sleman juga telah menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan angka kasus Covid-19 di Bumi Sembada.

"Mitigasinya dengan 3T. Yakni Testing, Tracing dan Treatment. Dimana, begitu didapatkan laporan ada yang positif, segera dilakukan tracing. Sehingga 3T ini masih menjadi alat utama kita untuk strategi mengendalikan Covid-19 di Sleman," ungkapnya. 

Selain itu, kata Cahya, mitigasi yang tidak kalah penting adalah dengan penerapan protokol kesehatan. Dinkes Sleman meminta kepada masyarakat yang sedang mengalami influenza untuk memakai masker dan selalu mencuci tangan baik dalam ruangan maupun di luar ruangan.

"Apalagi ini nanti saat libur Nataru kan banyak wisatawan yang berkunjung ke DIY. Kami harapkan mereka tidak membawa virus Covid-19," terang Cahya.

Guna mencegah penularan Covid-19, Cahya menerangkan saat ini Kemenkes RI telah menyiapkan pos vaksinasi booster kedua. Pos ini akan melayani bagi para wisatawan yang belum menerima booster kedua maupun belum divaksin Covid-19.

"Untuk titik saya belum tahu. Tapi itu akan dilakukan oleh Kemenkes RI. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah, karena kita memberi kesempatan kepada wisatawan yang datang. Tujuannya agar tidak ada kerumunan di tempat wisata," lanjut Cahya.

Vaksin kosong

Disinggung mengenai ketersediaan vaksin di Sleman saat ini kosong. Meski demikian, Cahya mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Pemda DIY untuk meminta lagi stok vaksin Covid-19 yang dibutuhkan. Untuk masyarakat yang belum mendapat vaksin Covid-19 booster kedua, nantinya bisa langsung ke fasyankes terdekat.

"Setelah stok vaksin kembali terisi, maka masyarakat akan langsung dilayani kembali. Kami juga akan sosialisasikan ke masyarakat jika vaksin sudah didapatkan," ucap Cahya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online