Pilur Gunungkidul Diramaikan Wartawan dan MC yang Maju Jadi Lurah
Pilur Gunungkidul 2026 diramaikan bakal calon lurah dari berbagai profesi, mulai wartawan hingga MC, di tengah dominasi petahana.
Kepompong pohon jati yang kini tengah laris dijual, Rabu (13/12/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Memasuki musim hujan, warga di Padukuhan Karangumuk 1, Kemejing, Semin mulai berburu ungkrung atau kepompong dari pohon johar atau trembesi. Bakalan kupu-kupu ini sangat diminati untuk dikonsumsi dan harganya sekarang tembus Rp100.000 per kilogram.
Aktivitas pencarian kepongpong Johar di ruas jalan alternatif Semin-Karangmojo. Di dekat area ladang ini tumbuh berjejer pohon johar.
Tampak pasangan suami istri Lamiyo dan Lestari berbagi tugas mencari ungkrung. Si suami bertugas naik pohon johar untuk memangkas ranting pohon yang daunnya habis dimakan ulat.
Adapun Lestari bertugas dibawah untuk mengambil ranting-ranting johar yang dipotong Lamiyo menggunakan sabit. Rating yang terjatuh kemudian disisir satu persatu untuk diambil kepongpong dan dimasukan ke plastik yang sudah disediakan.
Lestari mengatakan pencarian ungkrung atau kepongpong sudah dilakukan selama tiga hari terakhir. Adapun lokasi pencarian masih di sekitaran tempat tinggalnya di Padukuhan Karanggumuk 1. “Infonya di wilayah Kapanewon Tepus sudah banyak. Tetapi, saya lebih fokus mencari di sekitaran rumah,” katanya, Rabu (13/12/2023).
Menurut Lestari selama mencari sudah mendapatkan lebih dari satu kilogram ungkrung. Ia juga sudah merasakan hasilnya karena sudah menjual dengan harga Rp100.000 per kilonya. “Kemarin saya jual. Sekarang mencari lagi dan akan dijual lagi. Lumayan untuk nambah uang jajan anak pada saat bersekolah dan mencukupi kebutuhan lain,” katanya.
BACA JUGA: Unik! Ada Kuliner Persilangan Yunani dan Jawa Satu-satunya di Jogja
Proses pencarian kepompong dilakukan setiap awal musim hujan. Namun demikian, ia mengaku selama pandemi tidak mencari karena menghilang. “Sempat tidak musim dan sekarang baru muncul. Setelah ini, nanti gantian mencari kepongpong dari pohon jati,” katanya.
Senada diungkapkan oleh Paryono, pencari kepongpong lainnya di Padukuhan Karanggumuk 1, Kemejing, Semin. Menurut dia, bakalan kupu-kupu ini banyak dicari Masyarakat untuk dikonsumsi. “Saya juga sering beli karena sekeluarga senang mengkonsuminya. Kebetulan ini baru istirahat dari berladang dan disambi mencari ungkrung,” katanya.
Menurut dia, olahan kepongpong termasuk makanan ekstrem. Pasalnya, tidak semua kuat mengkonsumsi karena ada yang mengalami alergi gatal-gatal setelah memakannya. “Kebetulan keluarga kami tidak ada yang alergi dan aman saat mengkonsumsinya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 diramaikan bakal calon lurah dari berbagai profesi, mulai wartawan hingga MC, di tengah dominasi petahana.
PWI Pusat akan mencabut laporan terhadap Hotman Paris di Polda Metro Jaya setelah tercapai kesepahaman melalui mediasi yang difasilitasi Sufmi Dasco Ahmad.
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain asing telah tiba dan menjalani MCU. Manajemen kini menuntaskan administrasi sebelum peluncuran tim.
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.