Kelok 23 Gunungkidul Dilengkapi Rest Area dan 3 Gardu Pandang
Kelok 23 di perbatasan Gunungkidul-Bantul segera dibuka. Selain gardu pandang, kawasan ini akan dilengkapi rest area dan gerai UMKM.
Seorang pengendara motor melintas di depan calon kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari, Senin (20/4). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Proyek pembangunan kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari kembali dilanjutkan tahun ini setelah sempat tertahan. Fokus awal diarahkan pada pembangunan gedung Dinas Kesehatan sebagai langkah pembuka untuk menghidupkan kembali kawasan perkantoran tersebut.
Pemkab memilih bergerak bertahap tanpa menargetkan waktu penyelesaian yang kaku. Pola itu disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah yang masih terbatas.
Kepala Bidang Infrastruktur Pengembangan Wilayah Bapperinda Gunungkidul, Octavianta Raharja, mengatakan pembangunan kawasan itu sebenarnya sudah lama disiapkan. Tahun ini, pemerintah mulai lagi dengan mendirikan kantor baru Dinas Kesehatan.
“Tahun ini ada pembangunan gedung baru untuk kantor dinas kesehatan,” ujar Octa, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, lahan seluas 12 hektare telah disiapkan untuk pengembangan kawasan tersebut. Pemkab juga sudah memiliki masterplan sebagai acuan pembangunan.
“Tahun lalu, kami lakukan review ulang terkait dengan masterplan pembangunan kantor terpadu Siraman,” katanya.
Hasil kajian terbaru menunjukkan tidak semua OPD akan dipusatkan di lokasi itu. Sejumlah instansi yang direncanakan berkantor di kawasan tersebut di antaranya BPBD Gunungkidul yang dilengkapi UPT Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan beserta Labkesda, Dinas Perdagangan dengan UPT Metrologi Legal, Kesbangpol, DPMKP2KB Gunungkidul, serta Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dilengkapi UPT Perlindungan Perempuan dan Anak.
Kawasan itu juga diproyeksikan menampung Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Lingkungan Hidup beserta UPT Laboratorium Lingkungan Hidup, hingga UPT Balai Latihan Kerja. Selain kantor, fasilitas pendukung seperti arena olahraga, tempat ibadah, gedung serba guna, dan foodcourt juga disiapkan.
Soal anggaran, Octa menyebut hitungan masih mengacu pada masterplan. Rincian tiap gedung baru akan ditentukan melalui detail engineering design masing-masing bangunan.
“Semua tergantung dengan DED untuk pembangunan masing-masing gedung. Misalnya, di dinas kesehatan ada pagu Rp7,4 miliar,” jelasnya.
Sekretaris Daerah Gunungkidul, Sri Suhartanta, mengatakan proyek kawasan terpadu itu sempat terhenti pada 2023 setelah pembangunan Labkesda rampung. Sebelumnya, tahap awal sudah dimulai lewat pembangunan gedung BPBD pada 2019 dan selesai pada 2021.
Menurut dia, kelanjutan pembangunan tidak berhenti pada Dinas Kesehatan saja. Namun, pengerjaan akan tetap dibagi bertahap mengikuti kondisi keuangan daerah.
“Tetap berlanjut, tapi pelaksanaan pembangunan dilakukan secara bertahap. Tahun ini difokuskan untuk pembangunan kantor dinas kesehatan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 di perbatasan Gunungkidul-Bantul segera dibuka. Selain gardu pandang, kawasan ini akan dilengkapi rest area dan gerai UMKM.
Jadwal Kereta Bandara YIA tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress dari Tugu Jogja maupun YIA.
Jadwal Commuter Line Prameks Yogyakarta-Kutoarjo Selasa 8 September 2026. 5 perjalanan dari Jogja dan 5 dari Kutoarjo. Cek jadwal lengkap di sini.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 8 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jadwal lengkap Yogyakarta-Palur dan tarif KRL Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 8 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Pemerintah Kalurahan (Pemkal) Bendung, Semin berencana memeperluas kawasan Lumbung Mataraman dari semula 1,2 hektare menjadi 2,2 hektare untuk menyasar MBG.