Wisatawan Gunungkidul Tembus 4,5 Juta, PAD Retribusi Capai Rp56,1 Miliar
Kunjungan wisatawan Gunungkidul mencapai sekitar 4,5 juta orang hingga awal Oktober 2026. PAD retribusi wisata tembus Rp56,17 miliar.
Aktivitas jual beli hewan ternak di Pasar Hewan Siyonoharjo di Kalurahan Logandeng, Playen, Kamis (7/5). Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Harga sapi di Kabupaten Gunungkidul terpantau mengalami kenaikan signifikan menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 2026. Lonjakan permintaan pasar memicu kenaikan harga jual hewan kurban tersebut hingga mencapai Rp3 juta per ekor.
Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Wasana, menuturkan bahwa meskipun aktivitas perdagangan di pasar hewan masih berjalan normal, tren kenaikan harga sulit dihindari akibat peningkatan minat masyarakat.
“Untuk sapi ada kenaikan sekitar Rp1 juta sampai Rp3 juta per ekor, tergantung jenis, bobot, dan hasil kesepakatan antara penjual dan pembeli,” ungkap Wasana, Senin (25/5/2026).
Menurut Wasana, harga sapi saat ini berada di kisaran Rp23 juta hingga Rp30 juta per ekor. Kenaikan harga serupa juga terjadi pada komoditas kambing, meski dengan nominal yang lebih rendah, yakni sekitar Rp200.000 hingga Rp300.000 per ekor, dengan harga jual di pasar berkisar antara Rp2,3 juta hingga Rp3 juta.
Di sisi lain, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyebut bahwa permintaan sapi asal Gunungkidul menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Hingga saat ini, tercatat sekitar 4.700 ekor sapi telah terjual ke luar daerah.
“Permintaan tahun ini lebih tinggi dibanding tahun lalu yang mencapai sekitar 4.500 ekor,” ujar Endah.
Terkait ketersediaan stok, Endah memastikan Gunungkidul masih memiliki cadangan hewan kurban yang mencukupi, yakni sekitar 16.000 ekor sapi dan 26.000 ekor kambing. Ia menambahkan bahwa kenaikan harga saat ini justru memberikan dampak positif bagi para peternak lokal.
“Ini menjadi kabar baik bagi perekonomian masyarakat,” lanjutnya.
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pelaksanaan ibadah kurban, pemerintah daerah akan menerjunkan petugas dinas terkait yang bekerja sama dengan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan UGM guna melakukan pengawasan kesehatan hewan secara intensif.
“Harapannya seluruh proses kurban bisa berjalan lancar dan aman,” tutup Endah.
Pelaksana Tugas Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gunungkidul, M. Johan Wijayanto, menambahkan total bantuan hewan kurban yang disalurkan tahun ini terdiri atas tujuh ekor sapi dan 44 ekor kambing.
Hewan kurban tersebut berasal dari sejumlah instansi, mulai dari BPD Gunungkidul, PDAM Tirta Handayani, RSUD Wonosari, hingga Baznas Gunungkidul.“Sudah mulai disalurkan yang langsung dipimpin oleh Ibu Bupati,” ujar Johan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisatawan Gunungkidul mencapai sekitar 4,5 juta orang hingga awal Oktober 2026. PAD retribusi wisata tembus Rp56,17 miliar.
LPS mencatat tiga BPR di DIY dicabut izin usahanya. Klaim penjaminan simpanan yang dibayarkan mencapai Rp58,51 miliar.
Disdikpora Kota Jogja mencatat kekurangan 71 guru SD dan SMP pada 2026. Kebutuhan sementara dipenuhi melalui berbagai skema, termasuk dana BOS.
BPK menemukan masalah pengelolaan keuangan negara senilai Rp49,28 triliun. Sebesar Rp1,80 triliun telah dikembalikan selama pemeriksaan.
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto menyoroti tren penurunan signifikan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah atau TKD.
Tiket MotoGP Mandalika 2026 habis terjual di semua kategori, termasuk royal box. Penyelenggara memastikan tidak menambah kuota tiket.