Advertisement
Kerusakan Lahan di Sleman Menghawatirkan, Mengancam Produktivitas
Pertanian / Ilustrasi Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Kerusakan lahan pertanian di Sleman sangat mengkhawatirkan, dengan kandungan pupuk organik rata-rata di bawah 2%. Selain minimnya pupuk organik, pola tanam yang homogen didominasi padi juga mengancam kerusakan lahan pertanian.
Saat ini produktivitas lahan pertanian di Sleman mandek di angka rata-rata lima ton per hektare untuk padi. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPP) Sleman menyebut kerusakan lahan pertanian paling parah terjadi di Sleman bagian barat meliputi Kapanewon Minggir, Godean, hingga Moyudan.
Advertisement
“Bahkan ada yang produktivitasnya hanya 4,5 ton per hektare untuk padi. Padahal, jika lahannya subur, hasilnya bisa lebih tinggi lagi,” kata Sub Koordinasi Substansi Bina Produksi Tanaman Pangan DP3 Sleman, Sumarno saat dikonfirmasi, Kamis (14/12/2023).
BACA JUGA: Wisatawan dalam Kondisi Gawat Darurat di Kota Jogja Bisa Telepon 119, Dilayani Gratis
Sumarno menjelaskan lahan pertanian di Bumi Sembada yang kondisinya lebih baik berada Kapanewon Pakem, Cangkringan, Kalasan, hingga Prambanan. “Di Sleman bagian utara dan timur lahan masih cukup baik karena pola tanamnya tidak terlalu didominasi padi. Ada jeda untuk menanam palawija dan tanaman hortikultural, sehingga pengelolaan lahannya menjadi lebih baik,” katanya.
Untuk menjaga kesuburan lahan, upaya perbaikan lahan terus diupayakan dengan menyosialisasikan pola tanam yang lebih tepat. “Petani yang selalu menanam padi kami imbau agar memberikan jeda pada lahan dengan menanam palawija, supaya kondisi tanah kembali membaik,” kata Sumarno.
Selain mengimbau pola tanam yang tidak dominan ke tanaman padi, DPP Sleman juga mendorong peningkatan penggunaan pupuk organik. “Pupuk kimia menjadi salah satu penyebab menurunnya kualitas lahan. Oleh karena itu, kami mendorong petani agar menggunakan pupuk organik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bulog Targetkan Penyaluran 828 Ribu Ton Beras SPHP Sepanjang 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








