LAMORA Sagan Yogyakarta Hadirkan Swimming Pool dan Children Playground
Fasilitas tersebut diperkenalkan dalam acara Media & Corporate Gathering yang berlangsung pada Senin, 21 September 2026, di Savoria Resto, LAMORA Sagan Yogyakar
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi (keempat kiri) membuka acara JogjaManggatra 2024 di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Senin, (18/12/2023).Harian Jogja-Anisatul Umah
JOGJA—Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY akan menggelar 181 agenda budaya pada 2024. Rencana ini disampaikan dalam acara Jogja Manggatra 2024 yang digelar di The Alana Yogyakarta Hotel & Convention Center, Senin (18/12/2023) malam WIB.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan 181 agenda budaya tersebut belum termasuk event budaya yang digelar oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) kabupaten/kota yang mencapai 150 agenda.
Dengan begitu, kata Dian, jika ditotal ada 331 agenda budaya pada 2024. "Jadi dari 181 agenda budaya ini sebenarnya kategorinya banyak. Ada tujuh kegiatan dan ada subkegiatannya sekitar 24 event. Itu pun satu subkegiatan turunanya banyak sekali," ucap Dian, Senin.
Dia menjelaskan dari 181 agenda budaya ini terdiri dari tiga klasifikasi. Pertama, peningkatan kapasitas sumber daya budaya dengan rupa kegiatan mulai dari workshop, pelatihan bimtek [bimbingan teknis], TOT [training of trainer], peningkatan informasi, hingga publikasi.
Kedua, kategori event yang terdiri dari level lokal, regional, nasional, sampai internasional.
Kemudian, kata Dian, event ini masih terbagi dua, yakni event tradisi dan kontemporer. "Event ini bentuknya macam-macam, bisa festival, bisa perayaan, bisa pameran, apa yang lebih banyak mempresentasikan pada hasil-hasil kerja yang dikolaborasi bersama," ujar dia.
Terakhir, kategori sarana dan prasarana (sarpras) berupa pengadaan barang-barang bercorak
kesenian, misalnya gamelan dan ekosistemnya. Dian menjelaskan pada kategori ini ada berbagai
kegiatan yang juga melibatkan instruktur, pengelolaan terkait dengan hibah, kelompok masyarakat dan lainnya.
"Ketiga kategori ini kami turunkan ke dalam bentuk-bentuk aktivitas di dalam agenda budaya. Kalau jenis kreasi dan lainnya sangat beragam, karena kami setiap tahun selalu mengevaluasi event-event yang sudah stabil," jelasnya.
Event yang stabil, kata Dian, merupakan event dengan tanggal pelaksanaan yang sudah bisa ditentukan, sehingga Dinas Kebudayaan bisa memasukkan ke dalam kalender event DIY.
Objek Kebudayaan
Selain itu, Dian menambahkan, ada tujuh objek kebudayaan yang harus ter-handle di dalamnya. Di antaranya tata nilai budaya, ilmu pengetahuan teknologi tradisional, adat istiadat dan tradisi,
bahasa, seni, benda warisan budaya, dan cagar budaya.
"Jadi ketujuh objek kebudayaan ini semua harus ter-handle, khususnya pada objek-objek warisan budaya yang sudah ditetapkan atau sudah memiliki legalitas baik di level provinsi dan nasional. Ada sekitar 180 warisan budaya tak benda yang sudah bersertifikat nasional, dan ada ratusan sertifikat cagar budaya. Ini prioritas yang kami kelola tahun depan.” (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fasilitas tersebut diperkenalkan dalam acara Media & Corporate Gathering yang berlangsung pada Senin, 21 September 2026, di Savoria Resto, LAMORA Sagan Yogyakar
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 22 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Simak jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Selasa 22 September 2026 tersedia mulai 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 22 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif flat Rp8.000.
Propam Polresta Jogja menetapkan Aipda S sebagai terduga pelanggar kasus Alkid dan mengamankannya di Patsus untuk pemeriksaan.
Nusantara Explorer segera hadir sebagai kereta wisata KAI. Simak fasilitas, kapasitas, progres kesiapan, dan gambaran harga tiketnya.